Jateng

Momen Tegang Ahmad Luthfi Temui Demonstran di Kantornya: Kriminalisasi Petani Bukan Ranah Pemprov, Itu Polisi

×

Momen Tegang Ahmad Luthfi Temui Demonstran di Kantornya: Kriminalisasi Petani Bukan Ranah Pemprov, Itu Polisi

Sebarkan artikel ini
ahmad luthfi
Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi saat menjumpai perwakilan massa di co-working Ngopeni Nglakoni, Kantor Gubernur Jawa Tengah, Kota Semarang, Jumat, 24 Juli 2026 sore. (Made Dinda Yadnya Swari/beritajateng.tv)

SEMARANG, beritajateng.tv – Setelah tiga hari berturut-turut menggelar aksi unjuk rasa di depan Kantor Gubernur Jawa Tengah, Aliansi Jateng Guyub akhirnya bertemu langsung dengan Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi, Jumat, 24 Juli 2026 sore.

Namun, pertemuan yang berlangsung di co-working space Ngopeni Nglakoni, Kantor Gubernur Jawa Tengah itu sempat diwarnai adu argumen antara Ahmad Luthfi dan salah seorang perwakilan massa.

Perdebatan bermula saat salah satu perwakilan Jateng Guyub tengah menyampaikan persoalan di daerahnya. Ahmad Luthfi kemudian menyela untuk memberikan penjelasan lebih dulu.

“Pak, saya sedang bicara,” ucap perwakilan massa.

“Nanti dulu, nanti dulu. Anda kan tamu, jadi hargai, anda tamu. Aku tak ngomong dulu. Nanti lagi,” timpal Ahmad Luthfi.

Setelah suasana kembali kondusif, Luthfi menyampaikan apresiasinya kepada massa yang telah menyampaikan aspirasi melalui aksi demonstrasi selama tiga hari terakhir.

BACA JUGA: Jawa Tengah Jajaki Kerja Sama dengan Iran, Ahmad Luthfi Bidik Transfer Teknologi dan Investasi

Ia menegaskan, kebebasan menyampaikan pendapat merupakan hak masyarakat yang terjamin undang-undang. Namun, kata Luthfi, pelaksanaannya tetap harus menjaga ketertiban umum.

Luthfi mengklaim, seluruh tuntutan yang dibawa Aliansi Jateng Guyub telah ia terima dan pelajari.

“Saya senang sekali Bapak-bapak telah datang ke sini. Kemerdekaan menyampaikan pendapat itu dilindungi oleh undang-undang. Konsep tuntutannya juga sudah Anda berikan kepada asisten saya. Semuanya sudah ada,” kata Luthfi.

Ahmad Luthfi Minta Maaf Baru Temui Massa

Dalam kesempatan itu, Luthfi meminta maaf lantaran baru dapat menemui massa pada hari ketiga aksi demonstrasi.

Ia menjelaskan, selama beberapa hari terakhir harus menghadiri sejumlah agenda pemerintahan, mulai dari menerima kunjungan Kedutaan Besar Iran hingga kunjungan kerja ke Kabupaten Tegal dan Brebes.

“Saya memohon maaf pada hari-hari kemarin tidak bisa menemui langsung. Saya bertugas sampai malam menemui pihak Kedutaan Iran, kemudian kunjungan ke Tegal dan Brebes. Semuanya memerlukan pelayanan,” akunya.

Selain itu, pada hari yang sama ia juga menghadiri kegiatan Ikatan Wanita Pengusaha Indonesia (IWAPI) Jawa Tengah.

Sebab itu, kata Ahmad Luthfi, pelayanan pemerintahan tidak hanya bergantung pada gubernur, namun juga dijalankan oleh para asisten sesuai tugas masing-masing. Termasuk dalam menampung aspirasi demonstran yang hadir.

“Ini bukan one man show, bukan Superman yang harus mengatasi semuanya sendiri. Asisten kita semuanya ada dan bisa mempertanggungjawabkan tugasnya,” tegasnya.

Ahmad Luthfi: Kriminalisasi Petani Bukan Ranah Gubernur

Saat audiensi berlangsung, salah seorang perwakilan massa menanyakan tindak lanjut tuntutan terkait dugaan kriminalisasi terhadap petani. Diketahui, kriminalisasi petani yang terjadi di beberapa daerah Jawa Tengah menjadi salah satu tuntutan utama oleh massa.

Menanggapi hal tersebut, Luthfi menegaskan persoalan penegakan hukum bukan menjadi kewenangan Pemerintah Provinsi Jawa Tengah, melainkan kepolisian.

“Kriminalisasi itu ujungnya adalah penegakan hukum. Ranahnya ada di instansi sebelah [Polda Jateng], bukan di Pemprov Jateng,” ujarnya.

Meski demikian, Luthfi mengatakan pemerintah provinsi dapat memberikan pendampingan kepada masyarakat apabila diperlukan. Sementara proses hukum tetap menjadi kewenangan aparat penegak hukum.

“Kita menyiapkan pendampingan kalau memang perlu. Tetapi aspek penegakan hukum itu berada di kepolisian dan kejaksaan, bukan di kantor gubernur,” imbuh Luthfi.

Luthfi Janji Tindak Lanjuti Aduan Tambang

Selain isu kriminalisasi petani, perwakilan Jateng Guyub juga menyinggung persoalan aktivitas pertambangan di Jawa Tengah. Menjawab hal tersebut, Ahmad Luthfi memastikan seluruh aduan yang telah ia terimanya akan ditindaklanjuti.

“Itu sudah menjadi perintah saya. Saya akan menghadapinya,” katanya.

Ia juga menegaskan akan meninjau langsung setiap laporan yang masuk ke meja kerjanya.

“Saya akan mendatangi semua aduan yang masuk ke meja saya. Betul? Ini sungguhan,” ucap Luthfi.

BACA JUGA: Tak Ada Persiapan Khusus Jelang Debat Perdana Pilgub, Hendrar Prihadi: Experience Kami jadi Basic

Sebelum meninggalkan lokasi audiensi, salah seorang perwakilan massa asal Magelang kembali meminta agar pemerintah tidak hanya mendengar aspirasi masyarakat, namun juga memberikan penyelesaian yang konkret atas berbagai persoalan yang disampaikan.

Menanggapi hal itu, Luthfi menyerahkan pembahasan lanjutan kepada jajarannya.

“Maaf, maaf. Bapak Asisten sudah bisa menyelesaikannya. Silakan teruskan ya,” tandas Luthfi sambil meninggalkan demonstran. (*)

Editor: Farah Nazila

 

Simak berbagai berita dan artikel pilihan beritajateng.tv dengan bergabung ke saluran kami.

Gabung Channel WhatsApp