SEMARANG, beritajateng.tv – Walikota Semarang, Agustina Wilujeng Pramestuti meresmikan jalan YB Mangunwijaya yang berada di area menuju Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Jatibarang, Senin, 8 September 2025.
Mulanya, jalan ini bernama Jalan TPA Jatibarang. Kemudian, sebagai bentuk penghargaan atas dedikasi YB Mangunwijaya (Romo Mangun) yang merupakan pejuang masyarakat yang peduli lingkungan.
“Ini bentuk penghargaan kepada Romo Mangun. Yang memang bukan di jalan protokol, jalan besar atau jalan di perumahan-perumahan komplek yang mewah. Namun di jalan menuju sebuah tempat pembuangan akhir, tempat pembuangan sampah. Jatibarang. Yaitu sebuah tempat yang sering dipandang sebelah mata dan tidak mendapatkan perhatian,” kata Agustina dalam sambutan.
BACA JUGA: Walikota Agustina Targetkan Kota Semarang Bebas TBC di Tahun 2028
Namun, lanjut Agustin, seandainya Romo Mangun masih hidup. Tentu memilih akan berdiri dan membangun jalan ini menuju ke TPA, membangun masyarakatnya dan memberi energi positif.
Romo Mangun, menurut dia, selalu memilih berdiri di sisi yang tersisih, di tempat yang dianggap kumuh. Namun justru mampu menyalakan harapan.
“Seperti karyanya ketika menata Bantaran Kali Code, lokasi titik gelap yang ada di Kota Jogja. Usahanya mengubah Kali Code menjadi kampung penuh warna, tempat manusia hidup berdampingan dengan sungai,” imbuhnya.
Tak hanya itu, Romo Mangun juga berani menolak pembangunan Waduk Kedung Ombo yang menggusur warga dari tanah leluhur. Ia tidak mengkritik tetapi mendampingi hadir dan berjuang bersama rakyat.
“Saya berharap spirit ini tetap hidup di TPA Jatibarang. Jalan YB Mangunwijaya ini semoga tidak hanya menjadi pengingat tentang nama seorang tokoh. Melainkan simbol jalan panjang menuju pencerahan untuk literasi dan kemerdekaan berpikir,” imbuhnya.
Vikaris Jenderal Keuskupan Agung Semarang, Romo FX Sugiyana, Pr mengucapkan terimakasih atas penghargaan nama jalan di Kota Semarang bagi Romo Mangun.
“Beliau (Romo Mangun) memang punya perhatian terhadap orang kecil dan perjuangan yang terus-menerus. Bagi beliau martabat orang kecil itulah yang terus diperjuangkan dalam aneka macam bentuk. Entah kebudayaan lewat pendidikan terutama bagi kaum tergusur beliau berada di depan,” cerita dia.
Sementara itu, Astri, warga Jatibarang, Kel. Kedungpane, Kec. Mijen mengaku senang dengan nama jalan baru di TPA Jatibarang ini. “Kalau dulu gak tau nama jalannya, sekarang lebih tau. Kalau nyari jalan lebih mudah,” papar dia.
Astri berharap jalan di Jatibarang bisa lebih lebar dan semakin lancar lalu lintasnya. “Sebelumnya susah, kalau mau kirim paket atau buka map gak ada nama jalannya. Sekarang sudah ada namanya,” imbuhnya. (*)
Editor: Elly Amaliyah





