HeadlineNews UpdatePendidikan

Nasib 5.748 Guru Honorer di Jateng Tak Jelas, Gara-gara Perbedaan Data Kuota PPPK

×

Nasib 5.748 Guru Honorer di Jateng Tak Jelas, Gara-gara Perbedaan Data Kuota PPPK

Sebarkan artikel ini
Perwakilan guru honorer dari Forum Guru Prioritas Pertama Negeri dan Swasta (FGPPNS) Jateng saat beraudiensi dengan Komisi E DPRD Jawa Tengah, Jumat (27/1/2023). (FGPPNS)

“Kami mendorong negara harus hadir dalam permasalahan ini. Kami butuh win win solution,” tandasnya.

Dia menambahkan, nasib guru honorer menjadi tak jelas karena belum ada penempatan. Sejumlah masalah juga mendera mereka. Diantaranya penerapan kurikulum yang tak sinkron antara Kemendikbud Ristek dan pemerintah daerah, beberapa mata pelajaran seperti bahasa Jawa dan bahasa asing tak dibuka pemerintah daerah, hingga sejumlah guru hampir memasuki masa pensiun. 

“Di lapangan ada sejumlah guru yang diintimidasi yayasan, bahkan dirumahkan. Ada juga yang dinolkan jam mengajarnya. Bahkan yang dirumahkan ini jumlahnya makin hari makin bertambah,” kata dia.

Anggota DPRD Jateng Saiful Hadi yang ikut mengawal aspirasi para guru honorer ini sejak awal mendorong penyelesaian masalah ini. Dia mempertanyakan perbedaan data antara Kementerian Keuangan dan Pemprov Jawa Tengah.

“Saya mempertanyakan, permasalahan ini apakah terkait data yang salah atau political will yang belum optimal?” ungkapnya.

Menurutnya data yang berbeda tersebut menjadi sumber masalah. Sedikitnya slot PPPK yang dimiliki Pemprov Jateng juga belum disertai by name by address. Hal tersebut, lanjutnya, memberi celah terjadinya kecurangan. 

“Jangan sampai nantinya yang prioritas pertama belum diangkat, tapi yang diangkat justru yang masuk prioritas kedua atau yang lain,” kata politisi PDI Perjuangan tersebut.

Dia mendorong pengangkatan guru honorer yang masuk prioritas pertama diselesaikan dahulu. Terlebih sejumlah masalah sudah timbul di lapangan. Seperti adanya intimidasi oleh yayasan, banyak guru dirumahkan, hingga dinolkan jam mengajarnya oleh yayasan.

Dalam audiensi dengan Komisi E DPRD Jateng, Sekretaris Disdikbud Jateng Suyanta mengatakan, sebanyak 5.748 guru tersebut merupakan calon guru PPPK yang sudah lolos seleksi dan menunggu penempatan. Ribuan guru honorer tersebut ingin mendapatkan kepastian penempatan lantaran sebagian mengalami permasalahan dan terancam pendapatannya. 

“FGPPNS Jateng ini ingin segera ditempatkan. Namun penempatan kan ada jadwalnya, tidak serta merta langsung,” katanya.

Pihaknya berjanji mendiskusikan masalah tersebut dengan sejumlah pihak. (*)

editor: ricky fitriyanto