SEMARANG, beritajateng.tv – Upaya pencarian yang dilakukan Basarnas bersama tim SAR gabungan akhirnya berbuah hasil. Wakijem, seorang nenek berusia 84 tahun warga Kalialang Baru, Kelurahan Sukorejo, Kecamatan Gunungpati, Kota Semarang, berhasil tim SAR temukan dalam kondisi selamat.
Tim SAR mengevakuasi Nenek Wakijem setelah hilang selama tiga hari di kawasan hutan Kalialang baru, Gunungpati.
Sang Nenek telah meninggalkan rumah tanpa pamit pada Sabtu, 3 Januari 2026, sekitar pukul 05.00 sejak.
Lokasi hutan yang tidak jauh dari rumahnya membuat keluarga menduga sang nenek tersesat di area tersebut. Hingga Minggu sore, 4 Januari 2026, Nenek Wakijem tak kunjung kembali, sehingga keluarga memutuskan melapor ke pihak kepolisian dan Basarnas Kantor Pencarian dan Pertolongan Semarang.
Kepala Kantor Basarnas Semarang, Budiono, mengatakan laporan kehilangan pihaknya terima pada Minggu pukul 14.50 WIB. Setelah menerima laporan, pihaknya langsung mengerahkan satu tim untuk melakukan operasi pencarian.
“Menjelang sore kami menerima laporan adanya seorang nenek yang hilang di wilayah Sukorejo. Tim segera kami berangkatkan untuk melakukan operasi SAR bersama unsur gabungan,” ujar Budiono.
BACA JUGA: PDAM Semarang Sebut Suplai Air Gratis Untuk Damkar Saat Kebakaran
Ia menjelaskan, Nenek Wakijem memang kerap keluar rumah tanpa pamit. Namun biasanya, sang nenek selalu kembali ke rumah keesokan harinya. Kondisi kali ini berbeda karena hingga sore hari Nenek Wakijem belum juga pulang.
“Ini sudah yang keenam kalinya nenek Wakijem di laporkan hilang. Biasanya hanya satu malam dan sudah kembali, tetapi kali ini sampai sore belum pulang. Keluarga sempat melakukan pencarian mandiri, namun tidak menemukan hasil,” jelasnya.
Pencarian pada hari pertama dilakukan hingga matahari terbenam. Namun, tim SAR belum berhasil menemukan keberadaan nenek Wakijem. Medan hutan Kalialang yang cukup terjal, minimnya saksi, serta kondisi cuaca yang berubah-ubah menjadi tantangan tersendiri dalam proses pencarian.
Memasuki hari kedua, upaya pencarian kembali berlanjut. Hasilnya, pada Senin, 5 Januari 2026, sekitar pukul 13.46 WIB, tim SAR gabungan berhasil menemukan Wakijem dalam kondisi selamat. Sang nenek tim SAR temukan dalam keadaan lemas, kelelahan, dan kelaparan setelah diduga tidak makan selama tiga hari.
Nenek Wakijem yang sehari-hari berjalan menggunakan tongkat dan memiliki riwayat pikun, di duga kehilangan arah dan keluar dari jalur pulang. Karena kelelahan, ia memilih berhenti dan beristirahat di dalam hutan.
“Alhamdulillah survivor berhasil kami temukan dalam kondisi selamat. Saat penemuan beliau mengalami hipotermia ringan karena kehujanan semalaman di hutan. Tim langsung memberikan minuman hangat dan mengevakuasi ke fasilitas medis untuk penanganan lebih lanjut,” kata Budiono.
Budiono juga menyampaikan apresiasi kepada seluruh unsur tim SAR gabungan yang terlibat dalam operasi pencarian tersebut. Menurutnya, kerja sama lintas instansi dan dukungan warga sekitar sangat membantu proses evakuasi.
“Kami mengucapkan terima kasih kepada seluruh tim SAR gabungan dan masyarakat yang turut membantu. Berkat kerja sama ini, nenek Wakijem dapat Tim SAR temukan dalam keadaan selamat,” pungkasnya. (*)
Editor: Elly Amaliyah







