Aan berharap, kegiatan semacam ini dapat mengubah stigma klub motor yang awalnya dianggap nakal dan ugal-ugalan menjadi lebih baik. Apalagi, klub motor yang berada di lingkungan kampus tentunya bisa menjadi wadah bagi para mahasiswa untuk menyalurkan kreativitasnya.
“Jujur masyarakat masih banyak yang memandang anak motor itu lusuh, nakal, tapi semoga dengan kegiatan bisa meruntuhkan stigma negatif itu,” tandasnya. (*)
Editor: Farah Nazila





