SURAKARTA, beritajateng.tv – Satuan Kerja Khusus Pelaksana Kegiatan Usaha Hulu Minyak dan Gas Bumi (SKK Migas) bersama Kontraktor Kontrak Kerja Sama (KKKS) membangun hubungan kerja sama dengan dunia akademis demi meningkatkan kompetensi calon tenaga kerja di Indonesia.
Ini adalah salah satu bentuk kontribusi industri hulu migas dalam mendukung program pemerintah dalam meningkatkan kualitas sumber daya manusia (SDM) menuju Indonesia Maju 2045.
Bersama dengan Universitas Sebelas Maret (UNS), SKK Migas menandatangani nota kesepahaman yang bertujuan mengembangkan dan mengoptimalkan potensi yang ada di dalam bidang pendidikan, penelitian, pengembangan, dan bidang-bidang relevan lainnya. Penandatangan berlangsung di kampus UNS pada Jumat, 30 Agustus 2024.
Harapannya, kerja sama ini dapat meningkatkan kualitas penelitian dan pendidikan. Serta menciptakan inovasi teknologi baru yang dapat meningkatkan keekonomian lapangan migas tanah air. Selain itu juga dapat mendorong pengembangan teknologi dan metodologi baru yang dapat mendukung kemajuan industri dan akademik.
Selain itu Bidang Pengabdian Kepada Masyarakat turut menjadi aspek penting. Yang mana komitmen untuk berkontribusi kepada masyarakat terlaksana melalui berbagai program yang dapat meningkatkan kesejahteraan rakyat.
BACA JUGA: ExxonMobil Indonesia dan SKK Migas Umumkan Pengapalan ke-1000 dan Produksi Kumulatif 660 Juta Barel Minyak dari Blok Cepu
Kepala SKK Migas Dwi Soetjipto menyampaikan bahwa SKK Migas mendorong kolaborasi antara industri hulu migas dengan perguruan tinggi. Termasuk hari ini memulai langkah berkolaborasi dengan UNS.
“Harapan kami, Nota Kesepahaman yang telah ditandatangani dapat menjadi tonggak awal dari sebuah kolaborasi bagi Industri Hulu Migas dalam menciptakan link and match dengan UNS. Dalam bidang pendidikan dan pengembangan SDM, bidang penelitian dan pengembangan, serta bidang pengabdian kepada masyarakat,” ujarnya.
Dwi menekankan bahwa migas tidak hanya sumber energi semata, tetapi telah berperan lebih besar lagi sebagai bahan baku industri dan sumber penerimaan negara.
“Saat ini banyak regulasi pemerintah keluarkan, yang menempatkan migas menjadi driver perekonomian sehingga hilirisasi bisa berjalan. Ini adalah kesempatan untuk terus mendorong pengembangan industri hulu migas yang dalam 2 tahun ini berhasil mendapatkan 2 giant discovery. Sehingga kita tidak lagi membicarakan kapan migas habis, tetapi bagaimana migas masuk ke new golden era,” terang Dwi.
“SKK Migas mendorong peningkatan multiplier effect industri hulu migas melalui instrumen TDKN yang saat ini bisa di pertahankan sekitar 58 persen. Bicara TKDN tentu di dalamnya ada SDM. Sehingga apa yang kita tandatangani ini di UNS adalah bagian dari upaya pengembangan SDM di sektor hulu migas untuk mendukung Indonesia Emas 2045,” imbuhnya.
Dwi meyakini bahwa sinergi antara SKK Migas dan UNS akan memberikan dampak yang signifikan untuk mendukung pembangunan nasional serta menjadi legacy bagi pertumbuhan ekonomi bangsa dan negara Indonesia di masa depan.
Sementara itu, Rektor UNS Prof. Dr. Hartono, dalam sambutannya menyampaikan apresiasi dan terima kasih atas penandatanganan Nota Kesepahaman ini.
Dia juga menyampaikan bahwa UNS memiliki sumber daya di berbagai bidang keahlian, pusat studi dan penelitian.
“Ini juga menjadi pintu masuk bagi UNS untuk dapat memanfaatkan SKK Migas dan entitas hulu migas untuk pengembangan pembelajaran. Sebagai salah satu implementasi dari program merdeka belajar, melalui magang, penelitian dengan hulu migas,” imbuh Hartono.
BACA JUGA: Gandeng SKK Migas Jabanusa, PWI Blora Gelar Pelatihan UKW untuk Wartawan
Lebih lanjut, Rektor UNS juga mengharapkan agar para praktisi di SKK Migas dan industri hulu migas dapat menjadi pengajar, sehingga ilmu industri hulu migas dapat para praktisi sampaikan langsung kepada para mahasiswa di UNS. (*)
Editor: Farah Nazila





