Olahraga

Pacu Prestasi Atlet Jateng, Kejurnas Panahan Junior Digelar di Kudus, Kategori U-10 hingga U-18

×

Pacu Prestasi Atlet Jateng, Kejurnas Panahan Junior Digelar di Kudus, Kategori U-10 hingga U-18

Sebarkan artikel ini
Kejurnas Panahan Junior
Kejuaraan Nasional Panahan Junior 2025 di Kudus, Jawa Tengah. (Foto: Dok. Pemprov Jateng)

KUDUS, beritajateng.tv – Wakil Gubernur Jawa Tengah, Taj Yasin Maimoen, dan Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora), Ario Bimo Nandito Ariotedjo (Dito), membuka kejuaraan nasional (Kejurnas) panahan junior MilkLife Archery Challenge di Supersoccer Arena, Kabupaten Kudus, Sabtu, 28 Juni 2025.

Pada ajang bergengsi untuk atlet panahan junior nasional tersebut kali ini terdapat 876 atlet dari 28 provinsi. Kejurnas ini berlangsung mulai Jumat, 27 Juni hingga 5 Juli 2025.

Taj Yasin mengatakan, kejurnas panahan junior itu menjadi dukungan pembinaan atlet-atlet muda, yang pada penyelenggaraan kali ini terdapat kategori baru kelompok umur (KU) 10 tahun.

“Ini menunjukkan keseriusan kita untuk cabang olahraga panahan agar lebih masif lagi pembinaannya,” ucapnya.

BACA JUGA: Hasil Try In Bersama 6 Provinsi, Tim Panahan Jateng Optimis Penuhi Target KONI di PON 2024

Ia berharap, melalui ajang tersebut para atlet panahan Jateng terpacu meningkatkan prestasinya.

Ketua Umum Pengurus Besar Persatuan Panahan Indonesia (PB Perpani), Arsjad Rasjid, mengatakan, Jateng kembali menjadi tuan rumah Kejurnas Panahan setelah 29 tahun.

Kejurnas Panahan Junior itu, kata Arsjad, menjadi yang terbesar sepanjang sejarah penyelenggaraannya.

“Terlengkap dari segi kelompok umur, bahkan di bawah 10 tahun. Ini membangun ekosistem pembinaan nasional,” kata dia.

Kategori usia Kejurnas Panahan Junior 2025 di Jateng

Tahun ini, Kejurnas tersebut diselenggarakan dalam empat kategori usia, yakni U-18, U-15, U-13, dan U-10. Khusus kategori terakhir, baru disematkan pada Kejurnas di Jateng 2025.

Lebih lanjut, secara keseluruhan terdapat 442 atlet yang bertanding di divisi Standar Nasional, 221 atlet di divisi Recurve, dan 213 atlet di divisi Compound.

“Ini bagian dari kolaborasi PB Pertani dan Bhakti Olahraga Djarum. Untuk pertama kalinya nanti ada juara umum, dan mendapat piala serta uang pembinaan,” kata Arsjad.

Hal menarik dalam kejurnas di Jateng ini, tuturnya, ada 11 atlet dari Provinsi Papua Tengah yang baru saja tiba dari perjalanan panjang. Dukungan orang tua juga tampak, dengan perjalanan menyusul menggunakan moda transportasi kapal laut.

Di tempat yang sama, Menpora Dito mengatakan penyelenggaraan Kejurnas Panahan Junior ini merupakan kolaborasi antara federasi bersama swasta.

BACA JUGA: Gondol 8 Emas, Kota Semarang Menjadi Juara Umum Cabor Panahan

Ia mengatakan, cabor panahan Indonesia selalu diunggulkan pada setiap gelaran Olimpiade. Maka itu, Indonesia butuh pembinaan dan pemerataan. Sehingga, akan mampu melahirkan atlet-atlet muda yang siap berlaga pada ajang nasional dan internasional.

Dalam penyelenggaraan di Kudus ini, lanjut Dito, juga sebagai bentuk penyelenggaraaan sport tourism (pariwisata olahraga).

“Saya rasa ini merupakan suatu kekhususan dan spesial dari Kudus, sebagai destinasi untuk sport tourism. Hari ini bisa kita lihat dampaknya, tidak hanya prestasi olahraga [yang meningkat] melainkan juga UMKM hingga perhotelan,” kata dia.

Dua orang atlet muda asal Jateng, Deeva Earlyta Arsyfa (KU 13) dan Hilma Adelya (KU 18), mangatakan, memiliki target menjadi juara. Terlebih, saat ini mereka bertanding sebagai tuan rumah.

“Harapannya nanti fokus, tembakannya bisa grouping dan lebih tenang,” kata Hilma. (*)

Editor: Mu’ammar R. Qadafi

Simak berbagai berita dan artikel pilihan beritajateng.tv dengan bergabung ke saluran kami.

Gabung Channel WhatsApp