Ditambahkan Yusron, selain itu kemitraan tersebut juga akan memutus mata rantai penjualan jagung yang panjang menjadi lebih singkat. Biasanya petani panen kirim ke penebas, penebas ke tengkulak, tengkulak ke gudang kecil, gudang kecil ke gudang besar, sehingga bisa sekitar 4-5 siklus.
“Dengan kemitraan kita memutus mata rantai, harapan kita dengan kemitraan kita memutus mata rantai ini, kita hanya petani dengan cgr atau koperasi disini. Sehingga kita memutus 2-3 mata rantai, harapannya petani sampai harga terendah itu petani bisa menikmati” pungkasnya
Wakil Adm Perhutani KPH Randublatung Utara, Agus Kusnandar, mengungkapkan bahwa Perhutani mendukung adanya pola kemitraan tersebut. Ia berharap agar dapat mensejahterakan masyarakat Blora.
“Dengan adanya pola kemitraan dari BISI ini kami dari Perhutani sangat mengapresiasi, karena wilayah kami memang wilayah yang membutuhkan support dari semua stakeholder” ucapnya
“Terimakasih sekali kepada semua pihak yang bisa berkontribusi untuk memajukan masyarakat Blora ynag berbatasan dengan wilayah hutan” pungkasnya
Pada kesempatan tersebut, Bupati turut secara simbolis melakukan pemetikan jagung hasil panen kemitraan dengan BISI. Kemudian, Bupati juga melepas dua armada truk jagung hasil panen yang akan dikirimkan menuju pabrik pakan.
Hadir pada kesempatan tersebut perwakilan ADM Perhutani, Kepala DP4 Kabupaten Blora, Camat dan Forkopimcam Banjarejo, Kepala Desa Jatiklampok dan Jatisari, perwakilan petani. (Her/El)





