Ia menyebut, ada berbagai program untuk mendorong masyarakat tergerak untuk melakukan penanaman dan mengonsumsi sayur dan buah. Antara lain program Bank Tani, Mbak Ita Mezem, Gemes Bun (Gerakan Makan Sayur dan Buah Nusantara).
“Kami ingin masyarakat mencintai produk-produk sendiri. Sayur dan buah lokal tidak kalah dengan sayur dan buah import,” ujarnya.
Terlebih, sambung Hernowo, masyarakat saat ini sudah banyak yang melaksanakan urban farming. Sehingga, sayur dan buah di Kota Semarang stoknya melimpah. “Kami juga ingin masyarakat bisa termotivasi membeli produk dalam negeri, termasuk produk buah dan sayur,” katanya. (*)
Editor: Elly Amaliyah





