“Ketika kita bisa menjadi telinga mendengar kepada ibu-ibu yang menghadapi kekerasan rumah tangga, pelecehan, ketika dia tidak tahu harus curhat ke siapa, ketika dia tidak tahu harus mencari keadilan ke siapa,” tuturnya.
Ia melanjutkan, paralegal menjadi pihak pertama yang bisa membantu anak-anak dan remaja yang terjerat masalah hukum akibat ketidaktahuan atau kesalahan kecil.
BACA JUGA: Ribuan Muslimat NU Padati GOR Mustika, Bupati Arief Rohman: Majunya Blora Karena Ibu-Ibu Semua
“Anak-anak yang kena perkelahian, curi motor, ketidaktahuan, bisa masuk penjara, masa depannya hancur, kemudian dengan telinga Bapak-Ibu mendengar dengan solusi yang Bapak Ibu berikan kemudian anak-anak tersebut masa depannya tidak jadi hancur tetapi dipulihkan,” kata Sherly.
Dalam kesempatan itu, Sherly menyebut semua orang, termasuk ia sendiri hingga pejabat negara, memiliki masalahnya masing-masing.
Oleh sebabnya, kepada paralegal, Sherly mengatakan kemampuan memberi bantuan kepada orang lain merupakan anugerah yang perlu mereka syukuri.
“Ada di sini yang hidupnya enggak punya masalah? Saya pun punya masalah, Pak Menteri pun punya masalah, Pak Presiden pun punya masalah. Selagi kita masih bisa di posisi membantu dan memberi, kita bersyukur,” ucapnya.
Jateng punya Posbakum terbanyak di Indonesia
Sherly menekankan, keberadaan 8.653 Posbakum di Jawa Tengah sebagai ruang aman yang bisa siapa pun akses tanpa harus takut biaya atau penolakan. Terlebih, Jawa Tengah menyandang predikat sebagai provinsi dengan jumlah Posbakum terbanyak.
“Dan ini bukan hanya sebuah nama yang terbanyak, tetapi 8.653 ada tempat warga bisa datang tanpa merasa takut ditolak, tanpa merasa takut akan biaya,” ucapnya.
Ia menyebut, Posbakum hadir menjadi tempat curhat bagi korban KDRT hingga anak-anak sekolah yang mengalami perundungan atau masalah lainnya.
BACA JUGA: Kasus Kekerasan Seksual Terus Meningkat, PKBI Jateng Edukasi Remaja Lewat Program ‘Health Rangers’





