SEMARANG, beritajateng.tv – Pemerintah Kota Semarang akan menyelenggarakan perayaan akbar menyambut datangnya bulan suci Ramadan 1447 H. Tradisi pawai Dugderan tersebut bakal berlangsung meriah pada Senin, 16 Februari 2026 siang di Jalan Pemuda, Kota Semarang.
Kirab budaya ini melibatkan ribuan peserta dari berbagai komunitas seni dan warga lintas generasi yang siap memadati pusat kota. Rangkaian acara mulai dari Balai Kota Semarang menuju Masjid Agung Kauman hingga berakhir pada Masjid Agung Jawa Tengah.
Penonton akan menyaksikan pawai budaya yang menampilkan beragam kesenian khas sebagai daya tarik utama wisata religi tahunan ini.
BACA JUGA: Pemkot Semarang Perjuangkan Festival Dugderan Jadi Warisan Budaya Indonesia
Puncak prosesi ditandai dengan pemukulan bedug oleh pejabat daerah sebagai simbol resmi masuknya bulan puasa bagi umat Islam.
“Sepanjang rute perkiraan akan terjadi kepadatan karena warga memadati lokasi,” ujar Kepala Dinas Perhubungan Kota Semarang, Danang Kurniawan, pada Minggu, 15 Februari 2026.
Masyarakat harus mewaspadai titik-titik keramaian guna menghindari terjebak kemacetan panjang selama kegiatan kirab berlangsung.
Rekayasa Lalu Lintas dan Kantung Parkir Selama Pawai Dugderan Kota Semarang
Pihak Dinas Perhubungan bersama Satlantas Polrestabes Semarang pun bakal memberlakukan pengalihan arus lalu lintas mulai pukul 12.00 WIB hingga acara usai.
Petugas akan menutup Jalan Pemuda secara bertahap mengikuti pergerakan rombongan kirab yang menuju kawasan pusat kota. Pengendara dari arah Pierre Tendean harus berbelok menuju Jalan Imam Bonjol untuk menghindari penutupan jalan utama tersebut.
“Sejumlah ruas jalan seperti Jalan Pemuda hingga kawasan Kauman akan dialihkan sementara,” jelas Danang.
Petugas juga mengarahkan kendaraan dari arah Kota Lama menuju Tugu Muda melalui Jalan Kolonel Sugiyono. Sementara itu, arus dari Jalan Gajahmada menuju Jalan Pemuda akan berpindah melalui jalur alternatif Jalan Depok.
BACA JUGA: Dugderan Semarang 16 Februari 2026, Arak-arakan dari Balaikota ke Masjid Kauman
Masyarakat yang ingin menyaksikan tradisi Dugderan Kota Semarang secara langsung dapat memanfaatkan kantong parkir yang tersedia secara resmi.
Area parkir tersebar mulai dari SMA 3, SMA 5, DP Mall, hingga bagian basement Pasar Bulu Semarang. Panitia mengimbau warga agar tidak memarkirkan kendaraan pribadi pada sepanjang rute kirab demi kelancaran arus pawai budaya.
Sementara itu, bagi warga yang hendak menuju Bandara Ahmad Yani atau stasiun, sebaiknya melewati kawasan Tugu Muda dari Simpang Lima. (*)





