“Untuk pelayanan kesehatan kita bekerja sama dengan Dinas Kesehatan. Iya, ada rujukan. Makanya kita perlu data, KTP dan sebagainya untuk itu,” ujarnya.
Lebih jauh, Dolfie menegaskan program tersebut merupakan upaya PDIP untuk mendekatkan ԁiri dengan masyarakat sekaligus membuka kantor partai sebagai ruang aspirasi. Ia berharap, keberadaan program tersebut dapat memperkuat komunikasi antara partai dan masyarakat.
“Kami ingin menjadikan kantor partai sebagai rumahnya rakyat, rumahnya wong cilik. Supaya kantor partai tidak kelihatan terpisah dari masyarakat. Ini bagian dari upaya membangun komunikasi,” pungkas Dolfie.
Dapur Marhaen Siapkan 18 Ribu Porsi, Serentak di 35 Daerah
Selain layanan kesehatan, PDIP Jawa Tengah juga membuka dapur marhaen yang menyediakan makanan bagi masyarakat.
Sekretaris DPD PDIP Jawa Tengah, Sumanto, mengatakan dapur marhaen tersebut juga akan ԁigelar rutin setiap tanggal 10 di seluruh daerah.
“Hari ini kami me-launching kegiatan cek kesehatan dan pengobatan gratis serta membuka dapur marhaen untuk masyarakat di sekitar DPD maupun seluruh kabupaten/kota,” ucap Sumanto.
Ia menyebut, pada pelaksanaan awal, dapur marhaen menyiapkan sekitar 18 ribu porsi makanan untuk masyarakat. “Porsinya sekarang 18 ribu,” kata Sumanto. (*)
Editor: Mu’ammar R. Qadafi





