“Lewat platform digital kami, masyarakat bisa menabung emas mulai dari Rp10 ribu. Ini membuka akses investasi yang lebih inklusif, terutama bagi generasi muda yang ingin mulai berinvestasi sejak dini,” jelas Ali.
Kegiatan Ramadan Bareng Tring di Yogyakarta merupakan bagian dari rangkaian program nasional yang Pegadaian gelar di berbagai kota.
Sebelumnya acara serupa telah berlangsung di sejumlah pusat perbelanjaan di Medan, Pekanbaru, Makassar, Surabaya, dan Manado.
Pada periode yang sama, kegiatan juga diselenggarakan di beberapa kota lain seperti Palembang, Denpasar, dan Bandung. Rangkaian acara ini akan di tutup pada 14–15 Maret 2026 di Pontianak.
Sementara itu, Kepala Departemen Bisnis Support Pegadaian Kanwil XI Semarang, Tyas Ari Hidayat, menyampaikan bahwa tren investasi emas di wilayah Jawa Tengah dan Daerah Istimewa Yogyakarta menunjukkan perkembangan yang cukup positif.
Ia mencatat dalam enam hari pertama bulan Maret 2026, terjadi peningkatan volume transaksi pada produk cicil emas maupun tabungan emas.
“Dalam periode 1 sampai 6 Maret 2026 tercatat penambahan volume investasi emas sekitar 5,7 kilogram di wilayah Jawa Tengah dan DIY. Ini menunjukkan minat masyarakat terhadap investasi emas terus meningkat,” kata Tyas.
Pegadaian optimistis momentum Ramadan dan menjelang Lebaran akan semakin mendorong pertumbuhan transaksi investasi emas. Selain itu, perusahaan juga berharap semakin banyak masyarakat yang memanfaatkan layanan digital Pegadaian untuk memulai investasi secara mudah dan aman. (*)
Editor: Elly Amalia





