SEMARANG, beritajateng.tv – Hampir seluruh pekerjaan jalan provinsi di penghujung tahun 2025 ini mendekati tahap akhir. Dari total paket pekerjaan, satu ruas di Grobogan masih dalam proses penyelesaian karena adanya kebutuhan pemotongan bukit dan kendala pembebasan lahan.
Kepala Dinas Pekerjaan Umum, Bina Marga, dan Cipta Karya (DPU BMCK) Jawa Tengah, Hanung Triyono, menyampaikan hal itu saat beritajateng.tv hubungi via WhatsApp pada Minggu, 7 Desember 2025.
Hanung menjelaskan, pekerjaan yang tersisa berada di ruas Kuwu–Galeh, Grobogan, tepatnya di kawasan Tanjakan Posong. Pekerjaan tersebut mencakup perbaikan alinyemen vertikal dan horizontal atau kelandaian jalan.
“Grobogan itu perbaikan alinyemen vertikal dan horisontal, itu adalah perbaikan kelandaian jalan. Di Posong ya, namanya tanjakan Posong itu ruas Kuwu–Galeh,” ujar Hanung.
Menurutnya, terdapat bukit setinggi sekitar 25 meter yang harus dipotong untuk mengurangi risiko kecelakaan.
BACA JUGA: Soal Pelandaian Tanjakan Silayur, Pemkot Semarang Tunggu Persetujuan Pusat
“Itu ada bukit kalau enggak salah sekitar 25 meter itu kami potong. Karena apa? Karena di situ sering terjadi kendaraan mogok atau mblorot dan berbahaya,” terangnya.
Proyek sempat tertunda lantaran proses pembebasan lahan yang baru tuntas ketika pekerjaan sudah berjalan.
“Kemarin proses pembebasan lahannya ada penambahan, [jadi] pembebasan lahan terlambat, penyedia jasa tidak bisa melaksanakan kegiatan secara efektif,” jelasnya.
Atas kondisi tersebut, DPU BMCK mengajukan penambahan waktu pekerjaan melewati batas tahun anggaran. Sebab, kata Hanung, pemotongan bukit tersebut harus memerlukan hitungan yang matang dan kehati-hatian.
“Kami mintakan izin ke Pak Sekda untuk penambahan waktu melebihi tahun anggaran dan bisa secara aturan. Karena galian sekitar 25 meter itu sangat berbahaya apabila tidak dilakukan pengamanan. Yang kedua, kalau tidak diselesaikan atau ditutup kontraknya akhir tahun, bangunan-bangunan pengaman yang belum selesai itu dikhawatirkan ada longsoran,” kata Hanung.
DPU BMCK fokus standardisasi jalan provinsi dan perbaiki jembatan tahun 2026
Sementara itu, menjelang libur Natal dan Tahun Baru (Nataru), Hanung memastikan kondisi jalan provinsi Jawa Tengah berada dalam kategori aman.
“Kemantapan jalan di Jateng memenuhi target. Target kami adalah di atas 94 persen,” ujarnya.
Ia menyebut, hasil pengecekan triwulan IV menunjukkan kondisi jalan provinsi kategori baik dan sedang telah memenuhi ambang batas target tersebut.
“Kemarin kami cek ulang lagi di triwulan keempat, secara keseluruhan meningkat signifikan sehingga posisi target kami 94 persen mantap itu masuk,” imbuhnya.
Adapun total panjang jalan provinsi yang dinilai mencapai 2.440,12 kilometer.
BACA JUGA: Solusi Pemkot Semarang untuk Kecelakaan di Silayur, Pelandaian Jalan Hingga Jalur Penyelamatan
Untuk tahun depan, DPU BMCK akan memperluas penanganan jalan dan jembatan, terutama pada ruas yang belum memenuhi standar provinsi.
“Capaian tahun depan adalah mengoptimalkan kinerja jalan, satu meningkatkan kemantapan jalan. Yang kedua, standarisasi jalan provinsi itu kan 7 meter,” jelas Hanung.
Ia menambahkan, jembatan yang teridentifikasi rusak atau sempit juga akan menjadi prioritas penanganan.
“Jembatan-jembatan yang teridentifikasi rusak dan sempit juga kami coba tangani, tidak harus membangun tapi ada penanganan cukup berat. Itu untuk mengantisipasi bila ada kecelakaan atau akibat bencana alam,” ucapnya.
Hanung menegaskan bahwa konektivitas antarwilayah tetap menjadi fokus utama. “Sehingga konektivitas daerah dari 10 aglomerasi di Jawa Tengah ini bisa selalu terjaga,” ujarnya.
Masuk musim hujan, JJLS sempat terdampak imbas longsor
Lebih jauh, DPU BMCK Jateng mencatat beberapa titik longsor kecil di sejumlah daerah sejak musim hujan meningkat. Namun, tidak ada satu pun kejadian yang membuat jalan provinsi terputus.
“Di musim hujan yang mulai bulan Agustus–Oktober, ada longsoran kecil-kecil, tapi tidak berdampak terputusnya jalan provinsi,” tutur Hanung.
Kasus terbesar terjadi di Jalur Jalan Lintas Selatan (JJLS) Kebumen dekat Pantai Ayah.
“Yang kemarin cukup besar ada di JJLS di daerah Kebumen dekat Pantai Ayah, tapi teman-teman sudah mengantisipasi untuk dilakukan perbaikan darurat dulu,” pungkasnya. (*)
Editor: Mu’ammar R. Qadafi





