Olahraga

Pelatih PSIS Semarang Keluhkan Jadwal Laga Liga 1 Saat Ramadan: Kurang Baik untuk Fisik Pemain

×

Pelatih PSIS Semarang Keluhkan Jadwal Laga Liga 1 Saat Ramadan: Kurang Baik untuk Fisik Pemain

Sebarkan artikel ini
Pemain PSIS | PSIS Pertandingan | PSIS Semarang Madura United | PSIS Persebaya | Pertandingan Agius
Pelatih PSIS Semarang, Gilbert Agius, saat memberikan keterangan pers laga PSIS Semarang dan Madura United di Stadion Jatidiri Semarang, Jumat, 15 Desember 2023. (Steve Arie/beritajateng.tv)

SEMARANG, beritajateng.tv – Pelatih PSIS Semarang, Gilbert Agius, menilai jadwal pertandingan BRI Liga 1 2024/2025 selama Ramadan perlu evaluasi ulang oleh PT Liga Indonesia Baru (PT LIB).

Sepanjang Ramadan, laga Liga 1 berlangsung seragam pada pukul 20.30 WIB, lebih lambat dari jadwal normal yang biasanya dimulai pukul 19.00 WIB. Menurut Agius, perubahan ini kurang menguntungkan bagi pemain, terutama mereka yang menjalankan ibadah puasa.

“Harus memahami bahwa saat ini Ramadan. Tidak mudah bagi pemain. Ketika berbuka puasa pukul 18.15, lalu pertandingan mulai 20.30, ini kurang baik untuk kondisi fisik mereka,” ujar Agius, belum lama ini.

BACA JUGA: Tahan Imbang Bali United 2-2, Persis Bertahan di Urutan 15 Klasemen

Padatnya jadwal pertandingan juga membuat persiapan pemain menjadi kurang optimal. Setelah berbuka puasa pukul 18.15, mereka harus tiba di stadion pukul 19.00 WIB. Begitu sampai di stadion, mereka langsung melakukan pemanasan tanpa waktu cukup untuk pemulihan kondisi tubuh.

“Pada pukul 19.00, kami sudah berada di stadion untuk persiapan pertandingan. Ini bukan hanya soal saya, tetapi seluruh pemain dari semua tim yang berlaga di Liga 1,” ujar Agius.

Ia juga menyoroti kondisi pemain saat menghadapi Persija Jakarta di pekan ke-25. Menurutnya, para pemain terlihat kelelahan karena kurang mendapatkan asupan gizi yang seharusnya sebelum bertanding.

BACA JUGA: PSIS Terancam Degradasi Usai Kalah 2-0 dari Persija

Jadwal padat yang dimulai sejak waktu berbuka puasa menjadi perhatian utama. Agius berharap operator kompetisi mempertimbangkan kembali perubahan jadwal agar pemain memiliki waktu yang cukup untuk mempersiapkan diri.

“Pada laga melawan Persija, para pemain kesulitan karena tidak mendapat asupan makanan yang memadai. Mereka butuh waktu yang cukup agar dapat bertanding dalam kondisi optimal,” tambah pelatih berusia 50 tahun itu.

“Saya sangat mendukung ibadah para pemain. Ini bukan persoalan agama, tetapi lebih kepada kesejahteraan atlet. Jika pertandingan bisa majukan sedikit, mereka akan lebih siap secara fisik dan mental,” tandas Agius. (*)

Simak berbagai berita dan artikel pilihan beritajateng.tv dengan bergabung ke saluran kami.

Gabung Channel WhatsApp