SEMARANG, beritajateng.tv – Menjelang putaran keempat Kualifikasi Piala Dunia 2026 zona Asia, Timnas Indonesia menghadapi tantangan yang tak bisa dianggap remeh. Enam pemain naturalisasi yang pernah jadi bagian penting skuad Garuda kini belum memiliki klub.
Status tanpa tim ini menjadi sorotan, apalagi mereka sebelumnya rutin dipanggil untuk memperkuat Merah Putih di ajang internasional.
BACA JUGA: Tak Putus Asa, Timnas Indonesia Siap Hadapi Babak Keempat Kualifikasi Piala Dunia 2026
Deretan Pemain Naturalisasi Tanpa Klub
1. Nathan Tjoe-A-On
Bek kiri berusia 23 tahun ini resmi dilepas Swansea City pada pertengahan Juni 2025. Sejak diboyong dari Excelsior dua tahun lalu, Nathan kesulitan menembus tim utama dan akhirnya kontraknya diputus.
2. Justin Hubner
Pemain belakang yang sebelumnya memperkuat Wolverhampton Wanderers U-21 juga tengah menganggur. Setelah kontraknya habis, Hubner masih mencari klub baru untuk musim 2025/2026.
3. Thom Haye
Gelandang berpengalaman ini tidak diperpanjang kontraknya oleh Almere City. Ia sempat dikaitkan dengan beberapa klub Liga 1, namun hingga kini belum ada kesepakatan resmi.
4. Shayne Pattynama
Mantan pemain KAS Eupen ini santer diberitakan bakal melanjutkan karier di Thailand. Namun, belum ada pengumuman resmi dari klub mana pun yang mengikat kontrak dengannya.
5. Rafael Struick
Penyerang muda ini tidak lagi menjadi bagian dari Brisbane Roar di Australia. Ia saat ini masih berstatus tanpa klub.
6. Jordi Amat
Pemain paling senior di daftar ini juga belum menentukan langkah selanjutnya usai mengakhiri kerja sama dengan Johor Darul Ta’zim.
Dampak bagi Timnas Indonesia
Situasi ini tentu menjadi perhatian serius tim pelatih Timnas Indonesia. Dengan jadwal pertandingan babak keempat kualifikasi pada 8, 11, dan 14 Oktober 2025 mendatang, penting bagi para pemain untuk segera mendapatkan klub baru guna menjaga ritme permainan dan kebugaran.
BACA JUGA: Persijap Jepara Gaet Wahyudi Hamisi Eks PSS Sleman, Perkuat Lini Tengah Jelang Liga 1
Minimnya menit bermain kompetitif di level klub bisa berdampak langsung pada performa di atas lapangan, terlebih jika harus berhadapan dengan tim-tim kuat Asia yang sudah dalam kondisi siap tempur.
Jalan Pulang ke Asia
Sejumlah nama berpotensi kembali ke Asia Tenggara, termasuk Liga 1 Indonesia. Opsi ini bisa saja sebagai langkah realistis bagi mereka yang ingin kembali mendapatkan jam terbang dan tampil reguler.
Klub-klub seperti Persija Jakarta, Bhayangkara FC, atau bahkan Bali United kabarnya tertarik membuka pintu. Para pecinta sepak bola tanah air menantikan kepastian soal masa depan keenam pemain naturalisasi ini.
Jika ingin tetap bersaing di level internasional, maka mereka perlu segera mendapatkan klub untuk menjaga konsistensi permainan dan kesiapan menghadapi laga-laga penting bersama Garuda. (*).





