SEMARANG, beritajateng.tv – Walikota Semarang Agustina Wilujeng Pramestuti melepas 105 peserta perjalanan religi keagamaan lintas agama di Balai Kota Semarang.
Program tahunan ini sebagai bentuk komitmen pemerintah kota Semarang dalam merawat toleransi dan mempererat hubungan antarpemeluk agama.
Para peserta berasal dari empat agama yang diberangkatkan ke destinasi religi berbeda. Sebanyak 80 peserta beragama Islam akan menunaikan perjalanan ke Mekkah dan Madinah.
Sementara 20 peserta Kristen dan Katolik bakal mengunjungi Turki. Lima peserta lainnya, tiga dari agama Hindu dan dua dari Buddha, akan berangkat menuju India.
Mereka terdiri dari tokoh agama, pengurus rumah ibadah, pendidik agama, pegiat sosial, hingga warga yang berkontribusi dalam pembangunan sosial-keagamaan di Kota Semarang.
Agustina menegaskan bahwa perjalanan keagamaan ini merupakan bentuk penghargaan pemerintah kepada tokoh dan masyarakat yang selama ini menjaga kerukunan. Ia bangga dengan posisi Semarang yang menjadi kota paling toleran di Indonesia.
BACA JUGA: Walikota Agustina Bakal Koreksi Zona PBB Kota Semarang di 2026
“Kami ingin memastikan hubungan pemerintah dengan para pelaku keagamaan, sosial, kesehatan, pendidikan, dan kemasyarakatan tetap terjaga dengan baik. Semarang adalah ibu kota provinsi yang paling toleran, dan itu harus kita jaga bersama,” ujar Agustina.
Walikota juga memberikan perhatian khusus kepada para relawan kemanusiaan. Ia menyebut bahwa Pemkot Semarang turut memberikan kuota perjalanan religi bagi pegiat sosial, relawan kesehatan, relawan disabilitas, hingga relawan kebencanaan.
“Kalau ada perjalanan religi, kami memberikan kuota kepada para pegiat sosial karena mereka adalah pejuang kemanusiaan,” tegasnya.
Dalam kesempatan itu, Agustina menyampaikan satu permintaan kepada peserta yang akan berangkat. Ia berharap seluruh peserta mendoakan Kota Semarang agar tetap damai.
“Mohon doakan Semarang selalu damai dan tenteram, karena kedamaian itulah fondasi untuk mencapai kesejahteraan,” pesannya.
Ucapan terima kasih perwakilan peserta, Labib sampaikan karena mendapat kesempatan berharga.
“Kami berterima kasih kepada Ibu Wali Kota dan Pemkot Semarang yang telah memberikan kesempatan ini. Kami akan mendoakan Kota Semarang agar selalu rukun dan mendapat keberkahan,” ujarnya.
Perwakilan peserta dari umat Kristiani, Henoch Edi Haryanto, turut menyampaikan doa. “Kami berdoa agar Kota Semarang terus maju, menjadi kota yang hebat dan di berkati Tuhan,” katanya.
Perjalanan keagamaan lintas agama ini rencananya berlangsung secara bertahap mulai 26 November hingga 7 Desember 2025. Program tersebut kembali menjadi jembatan bagi masyarakat berbagai keyakinan untuk memperkaya pengalaman spiritual sambil memperkokoh toleransi yang telah lama di rawat di Kota Semarang. (*)
Editor: Elly Amaliyah





