Hal senada juga Sunarni ungkapkan. Menurutnya, dampak kesehatan yang mulai warga rasakan adalah sesak napas, terutama yang memiliki penyakit pernapasan dan lansia. Ia berharap ke depan pengelolaan sampah TPA Putri Cempo bisa lebih baik sehingga kejadian kebakaran tidak terulang lagi.
“Harapannya mudah-mudahan tahun depan tidak begini lagi, pengelolaan sampah juga lebih baik,” jelasnya.
BACA JUGA: Api Belum Sepenuhnya Padam, Bantuan Water Bombing akan Dikirim ke TPA Putri Cempo Solo
Gubernur Jawa Tengah, Ahmad Luthfi setelah meninjau TPA Putri Cempo juga mengecek langsung layanan Speling sekitar lokasi. Ia menegaskan kepada para dokter dari RSUD dr Moewardi Surakarta untuk memfokuskan pemeriksaan pada kesehatan paru dan saluran pernapasan.
“Fokuskan pemeriksaan pada paru dan pernapasan, pastikan semua masyarakat terlayani dengan baik,” kata Ahmad Luthfi kepada petugas yang sedang melakukan pemeriksaan kesehatan terhadap warga.
Luthfi menjelaskan, perlindungan terhadap warga menjadi salah satu prioritas dalam penanganan kebakaran di TPA Putri Cempo. Pemprov juga mengerahkan layanan Speling dari dr Moewardi Surakarta dan RSJD Arief Zainuddin Surakarta. Selain itu, petugas kesehatan juga siaga di sekitar lokasi selama 24 jam.
“Speling kita sudah turun. Kementerian Lingkungan Hidup juga sudah menurunkan mobil untuk pengecekan kualitas udara. Kami tidak ingin implikasi daripada kebakaran ini berdampak kepada masyarakat di sekitarnya,” katanya usai mengecek lokasi kebakaran. (*)
Editor: Ricky Fitriyanto





