Dampak positifnya adalah pertumbuhan ekonomi triwulan III-2025 mencapai 5,37% (yoy), lebih tinggi dari nasional (5,04% yoy). Kemudian, angka kemiskinan turun dari 9,58% pada September 2024 menjadi 9,48% pada Maret 2025. Begitu juga dengan tingkat pengangguran terbuka (TPT) pada Agustus 2025 sebesar 4,66% atau turun 0,12%.
Upaya-upaya pemerintah provinsi Jawa Tengah tersebut juga sejalan dengan program dari pemerintah pusat.
Presiden RI Prabowo Subianto dalam sambutannya mengatakan, di tengah kondisi politik global yang berdampak pada perekonomian dunia, perkonomian Indonesia masih tumbuh baik.
“Ini sinergi dan kerja sama yang cukup baik di antara pengelola perekonomian kita. Ini membuktikan kepada rakyat, memberikan optimisme kepada kita bahwa Indonesia tangguh dan mandiri, dapat berdiri di kaki sendiri,” kata Prabowo. (*)





