Pilus menjelaskan jika motor yang hilang adalah milik tamu yang sedang berkunjung ke teman kerja dan tinggal tak jauh dari kediamannya. Meski begitu pihaknya mengaku jengkel, karena terduga pelaku adalah warga lokal atau tinggal tak jauh dari tempat pencurian terjadi.
“Jujur saya kecewa, jengkel, lha kok mbangeti, nah saya juga kaget kok ada surat itu yang isinya permintaan maaf,” jelasnya.
Pilus mengaku bingung, karena dalam surat yang pelaku tulis berisi pengakuan khilaf. Padahal menurutnya aksi tersebut sudah diniati karena sebelumnya juga melakukan aksi yang sama di daerah Dondong Wonosari.
“Bingung juga ya, kok minta maaf ke saya, dan mengembalikan motor. Kalau sudah ia kembalikan ya itu tergantung pemilik sama polisi, ada keringanan atau engga,” ujarnya.
Orang Tua Pelaku Sempat Datang Minta Maaf
Pilus mengatakan keluarga pelaku juga sempat datang dan menyampaikan permintaan maaf. Orang tua terduga pelaku bahkan berniat mengembalikan motor tersebut.
Namun, ia meminta agar pengembalian kendaraan melalui jalur yang semestinya.
“Saya bilang kalau mengembalikan ya kantor polisi, kok ke saya. Hehe… Ini kan lucu,” pungkasnya. (*)




