Pendidikan

Pendiri MathCityMap asal Universitas Goethe Frankfurt Jerman Sambangi SMPN 7 Semarang, jadi Sekolah Mitra Pertama di Asia

×

Pendiri MathCityMap asal Universitas Goethe Frankfurt Jerman Sambangi SMPN 7 Semarang, jadi Sekolah Mitra Pertama di Asia

Sebarkan artikel ini
Pendiri MathCityMap, Prof. Matthias Ludwig, dari Goethe University Frankfurt am Main, Jerman, saat berkunjung ke SMPN 7 Semarang, belum lama ini. (Foto: Dok. SMPN 7 Semarang)
Pendiri MathCityMap, Prof. Matthias Ludwig, dari Goethe University Frankfurt am Main, Jerman, saat berkunjung ke SMPN 7 Semarang, belum lama ini. (Foto: Dok. SMPN 7 Semarang)

Melalui aplikasi tersebut, siswa harus mendatangi lokasi yang telah jadi tempat. Pembelajaran harus mengamati objek, mengumpulkan data, kemudian menyelesaikan persoalan berdasarkan kondisi nyata di lapangan.

Bavo mencontohkan, siswa dapat menghitung luas area tertentu di kawasan Tugu Muda Semarang. Untuk menjawab soal tersebut, mereka perlu datang ke lokasi dan melakukan pengamatan atau pengukuran secara langsung.

BACA JUGA: Matematika Gak Susah Lagi! Intip Cara Mudah Mahasiswa Unnes Hadirkan Media Belajar Ramah Disabilitas

Di SMPN 7 Semarang, MathCityMap guru matematika gunakan untuk membuat pembelajaran lebih interaktif. Bavo juga memanfaatkannya dalam kegiatan sekolah di luar pembelajaran reguler, termasuk kegiatan kepramukaan dan peringatan hari besar.

Menurut Bavo, penggunaan MathCityMap tidak terbatas pada mata pelajaran Matematika. Platform ini juga dapat berkembang untuk pembelajaran Bahasa Indonesia, Bahasa Inggris, IPS, hingga IPA melalui penyesuaian bentuk pertanyaan dengan materi yang lain yang jadi pembelajaran.

“Intinya, MathCityMap itu untuk mengatur perjalanan. Untuk tugas atau pertanyaannya, bisa sesuaikan dengan mata pelajaran masing-masing,” katanya.

Pengembangan MathCityMap Meluas

Pengembangan MathCityMap di Semarang juga meluas melalui kompetisi antar sekolah yang mulai rintisannya sejak 2021 bersama rekan-rekan Musyawarah Guru Mata Pelajaran (MGMP).

Pada pelaksanaan awal, kata Bavo, kompetisi tersebut menargetkan 15 sekolah,  dan ada 39 sekolah yang ikut. Jumlah peserta kemudian berkembang hingga ratusan sekolah pada penyelenggaraan berikutnya.

Bavo mengatakan, telah membuat sekitar 15–16 trail MathCityMap. Sebagian rute pembuatannya secara privat untuk siswa gunakan di sekolahnya.

BACA JUGA: Cara Ikut Simulasi Online TKA SMP 2026, Berikut Materi Matematika dan Bahasa Indonesia

Sedangkan rute lain ada publikasi agar dapat bermanfaat untuk masyarakat umum, guru, maupun keluarga yang ingin belajar melalui eksplorasi lokasi.

Selain menjadi pengguna, Bavo juga berperan sebagai reviewer yang menilai kualitas soal sebelum dipublikasikan di platform MathCityMap.

Saat ini, kata dia, jumlah reviewer di Indonesia masih terbatas. Keterlibatannya turut mendukung pengembangan materi pembelajaran berbasis lingkungan. (*)

Editor: Diaz A Abidin