Ia juga mengkritik respons berlebihan dari sejumlah pihak yang menyebut aksi ini sebagai ancaman serius. Padahal menurutnya, anak muda yang mengibarkan bendera tersebut hanyalah ingin menyampaikan aspirasi.
“Ini bukan soal menghina bangsa. Ini bentuk cinta pada tanah air dengan cara berbeda,” tandasnya.
Menurut Adi, menyikapi polemik bendera One Piece sebaiknya secara bijak. Pemerintah perlu membuka ruang dialog, bukan justru menutup pintu kritik yang muncul dari keresahan nyata anak bangsa. (*)




