Jateng

Pengamat Undip Tanggapi Lonjakan Pekerja Migran: Ada Mismatch Kompetensi dan Kebutuhan Pasar Domestik

×

Pengamat Undip Tanggapi Lonjakan Pekerja Migran: Ada Mismatch Kompetensi dan Kebutuhan Pasar Domestik

Sebarkan artikel ini
pajak kendaraan | Pekerja Migran
Pengamat ekonomi Universitas Diponegoro (Undip), Wahyu Widodo, saat dijumpai di Magister FEB Undip, Kota Semarang, Senin, 21 Juli 2025. (Made Dinda Yadnya Swari/beritajateng.tv)

Ia mengambil contoh desain pendidikan vokasi di Australia. Menurut keterangannya, pendidikan vokasi yang siap kerja di negeri kanguru itu mengikuti perkembangan dunia industrinya.

“Ketika booming tambang yang dominan ada di vokasinya itu tambang, pas agriculture yang booming ya agriculture,” jelasnya.

Namun, kata Wahyu, hal itu tak mudah untuk diterapkan di Indonesia lantaran struktur perekonomian yang kompleks.

BACA JUGA: Imbas Konflik Iran-Israel, Menteri P2MI Tahan Calon Pekerja Migran Berangkat ke Timur Tengah

“Itu gak mudah dengan struktur perekonomian yang kompleks, tapi setidaknya kita ada langkah-langkah menuju kesana, nanti semakin baik antara kesesuaian tenaga kerja dan pembangunan skill di dunia pendidikan,” pungkasnya.

Berdasarkan data Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi Provinsi Jateng, PMI terbanyak di Jawa Tengah berasal dari Kabupaten Cilacap, yakni sebanyak 4.753 keberangkatan dari Januari-Mei 2025.

Berlanjut Kendal dengan jumlah keberangkatan 2.836 dan Brebes dengan jumlah keberangkat 2.136.

“Tiga besar itu ada di Cilacap, Kendal, Brebes ya. Untuk total keberangkatan di tahun 2025 per Mei ini sudah 23.065 orang,” ungkap Ahmad Aziz, kepala dinas terkait, Kamis, 26 Juni 2025 sore. (*)

Editor: Mu’ammar R. Qadafi

Simak berbagai berita dan artikel pilihan beritajateng.tv dengan bergabung ke saluran kami.

Gabung Channel WhatsApp