“Kami akan memulai dengan membangun sinergitas bersama instansi terkait. Sekaligus membentuk kepengurusan LAN di seluruh kabupaten dan kota di Jawa Tengah agar program pencegahan narkoba bisa berjalan lebih luas dan efektif,” kata Bejo.
Ia menambahkan, pembentukan LAN Jawa Tengah dlatarbelakangi keprihatinan terhadap masih tingginya ancaman peredaran dan penyalahgunaan narkotika di berbagai daerah.
Karena itu, organisasi ini harapannya mampu menjadi mitra strategis pemerintah dalam memperkuat upaya pencegahan dan pemberantasan narkoba.
Dukungan terhadap kepengurusan baru juga datang dari Direktorat Reserse Narkoba Polda Jawa Tengah.
Perwakilan Ditresnarkoba Polda Jateng, AKP Maria, berharap LAN Jawa Tengah dapat membangun kerja sama yang kuat dengan aparat penegak hukum dalam memerangi peredaran gelap narkotika.
“Kami mengucapkan selamat kepada pengurus yang baru melakukan pelantikan. Semoga LAN Jawa Tengah dapat menjadi mitra strategis dalam upaya pencegahan dan pemberantasan narkoba di masyarakat,” ujarnya.
Sinergi Perangi Narkoba
Senada dengan itu, perwakilan BNN Provinsi Jawa Tengah, Didik, menegaskan bahwa perang melawan narkoba tidak dapat berjalan oleh satu lembaga saja.
Menurutnya, kolaborasi seluruh elemen masyarakat menjadi kunci utama untuk menekan angka penyalahgunaan narkotika.
“BNNP Jawa Tengah sangat terbuka untuk berdiskusi dan berkolaborasi. Pencegahan narkoba harus menjadi gerakan bersama yang melibatkan pemerintah, aparat, dunia pendidikan, organisasi masyarakat, hingga keluarga,” katanya.
Dengan terbentuknya kepengurusan baru periode 2026-2031, LAN Jawa Tengah diharapkan mampu menjadi garda terdepan dalam membangun kesadaran masyarakat tentang bahaya narkotika.
Memperkuat program pencegahan sejak dini, serta mendukung upaya pemberantasan peredaran gelap narkoba di seluruh wilayah Jawa Tengah. (*)
Editor: Elly Amaliyah





