“Kami tetap membahas semua isu yang dekat dengan kehidupan perempuan, termasuk kekerasan terhadap perempuan dan perlindungan anak. Ini menjadi satu kesatuan dalam upaya mewujudkan kesetaraan yang adil,” tambah Eko.
Dengan berjalannya Pra Kongres ini, Pemkot Semarang berharap dapat mengumpulkan rekomendasi konkret yang akan menjadi landasan dalam penyelenggaraan Kongres Perempuan 2026.
Kesadaran kolektif yang tumbuh dari para peserta menjadi modal penting untuk mendorong terwujudnya kota yang lebih ramah perempuan dan anak. (*)
Editor: Elly Amaliyah





