Menurutnya, perayaan malam tahun baru tidak seharusnya hanya dimaknai sebagai euforia dan hiburan semata. Ada nilai kemanusiaan yang perlu dihadirkan, terutama ketika sebagian wilayah di Indonesia tengah dilanda bencana.
“Kami ingin pergantian tahun ini tidak hanya happy-happy, tetapi juga ada pemaknaan lain. Di sudut negeri ini masih ada saudara-saudara kita yang membutuhkan uluran tangan. Setidaknya apa yang kita lakukan malam ini bisa sedikit meringankan beban mereka,” tuturnya.
Iswar juga berpesan kepada seluruh warga Kota Semarang agar menjadikan tahun 2026 sebagai momentum memperkuat persatuan dan kolaborasi dalam membangun kota. Ia menekankan pentingnya pembangunan yang tidak hanya berfokus pada infrastruktur fisik, tetapi juga pada aspek sosial dan ekonomi masyarakat.
“Mudah-mudahan di tahun 2026 kita bisa bersama-sama membangun Kota Semarang, bukan hanya dari sisi fisik, tetapi juga membangun sosial, ekonomi, dan rasa kebersamaan sebagai satu warga kota,” ujarnya.
Atas nama Pemerintah Kota Semarang, Iswar menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang telah berkontribusi menjaga keamanan dan kondusivitas kota, termasuk masyarakat, tenaga pendidik, serta aparat TNI dan Polri.
“Kami mengucapkan terima kasih kepada semua pihak yang telah bersama-sama menjaga dan membangun Kota Semarang. Terima kasih atas dedikasi dan pengorbanan yang telah masyarakat berikan,” katanya.
Menghadirkan Hendra Kumbara dan Niken Salindri
Perayaan malam tahun baru di Simpang Lima tak hanya doa lintas agama yang di iringi penampilan Rebana Lathiful Asror Perform.
Selain itu, masyarakat menyaksikan penampilan spesial dari Hendra Kumbara dan Niken Salindri, yang menambah kehangatan suasana tanpa menghilangkan pesan refleksi dan empati di penghujung tahun. (*)
Editor: Elly Amaliyah






