Adapun kejadian menonjol selama libur Nataru adalah laka lantas tunggal bus Cahaya Trans di lingkar tol Krapyak. Peristiwa kecelakaan tersebut terjadi pada Senin, 22 Desember 2025, sekitar pukul 00.30 WIB yang mengakibatkan 16 orang meninggal dunia.
Sementara itu, terkait prediksi Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) terkait curah hujan tinggi pada Natal dan Tahu Baru sudah diantisipasi dengan menggerakkan 1.400 desa tanggap bencana. Masyarakat sudah mendapatkan pelatihan dan assessment dari Forkopimda Kabupaten/Kota untuk membentuk klaster pengungsi, klaster infrastruktur, klaster SAR, dan klaster lain yang terkait.
“Ini kami lakukan berdasarkan pengalaman kejadian di Cilacap dan Banjarnegara. Sampai saat ini, tidak ada kejadian menonjol terkait bencana longsor dan banjir. Kemarin, kami juga sudah lakukan pengecekan bersama Kapolda terkait kejadian yang viral di Guci, Kabupaten Tegal, yang sekarang sudah membaik,” katanya.
Sinergisitas Pemprov Jateng selama Nataru
Menkopolkam, Djamari Chaniago, mengapresiasi langkah-langkah antisipasi oleh Forkopimda Jawa Tengah. Sinergisitas dan kolaborasi di Jawa Tengah menunjukkan harmoni yang sangat baik.
Ia juga mengingatkan bahwa malam pergantian tahun tidak dianggap sebagai puncak Operasi Lilin. Hal tersebut karena masih ada kegiatan lain sampai berakhirnya operasi pada 5 Januari 2026.
“Mudah-mudahan situasi dan kondisi di Jawa Tengah terus terjaga.
Sebagai informasi, dalam kegiatan itu juga diikuti oleh Kapolda Jateng Irjen Pol Ribut Hari Wibowo dan Pangdam IV/Diponegoro Mayjend TNI Achiruddin Darojat. (*)













