Pendidikan

Perjalanan Elly Asmara Rampungkan Studi Doktor Administrasi Publik, Dari Pelayanan Publik ke Dunia Akademik

×

Perjalanan Elly Asmara Rampungkan Studi Doktor Administrasi Publik, Dari Pelayanan Publik ke Dunia Akademik

Sebarkan artikel ini
Perjalanan Elly Asmara Rampungkan Studi Doktor Administrasi Publik, Dari Pelayanan Publik ke Dunia Akademik
Camat Semarang Barat Elly Asmara berhasil menyelesaikan Doktor Administrasi Publik Undip Semarang. (Ellya/beritajateng.tv)

SEMARANG, beritajateng.tv – Sore itu, langkah Elly Asmara terasa lebih ringan. Camat Semarang Barat tersebut keluar dari Ruang Senat Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Diponegoro, Kamis (11/12), dengan senyum lega.

Lima tahun perjalanan akademik di Program Doktor Administrasi Publik akhirnya Elly Asmara sampai di titik akhir.

Ujian tertutup yang ia jalani menandai rampungnya sebuah proses panjang yang tidak hanya menguji kemampuan akademik. Tetapi juga keteguhan membagi waktu antara tugas sebagai aparatur sipil negara, peneliti, dan kepala keluarga. Elly mengakui, perjalanan itu menuntut konsistensi dan kesabaran.

“Alhamdulillah… selesai juga. Ini perjalanan yang tidak mudah,” kata Elly menampakkan raut leganya.

Lahir di Semarang pada 28 Agustus 1985, Elly Asmara tumbuh dalam lingkungan yang dekat dengan pelayanan publik.

BACA JUGA: Kisah Femega Dian Putriani Bunda PAUD Semarang Barat Raih Apresiasi Nasional, Ini Perjuangan di Baliknya

Pendidikan dasarnya ia tempuh di SDN Pedurungan Kidul 01, hingga berlanjut ke SMAN 2 Semarang. Pilihan melanjutkan studi ke Institut Pemerintahan Dalam Negeri menjadi pintu awal pengabdiannya sebagai ASN.

Usai lulus pada 2009, Elly memulai karier dari posisi staf di Badan Kepegawaian Daerah (Bapenda) Kota Semarang. Dari sana, ia berpindah dan berkembang di berbagai bidang strategis, khususnya pengelolaan keuangan dan perpajakan daerah.

Pengalaman itu membawanya menjabat sejumlah posisi penting, mulai dari kepala seksi hingga kepala bidang pajak daerah Bapenda Kota Semarang. Sebelum mendapat kepercayaan memimpin Kecamatan Semarang Barat sejak 2022.

“Saya belajar banyak soal bagaimana kebijakan berjalan di lapangan, bagaimana data bekerja, dan bagaimana masyarakat merespons pelayanan pemerintah,” tuturnya.

Berbagai posisi tersebut memberinya perspektif utuh tentang bagaimana kebijakan publik ketika di lapangan. Ia memahami bahwa angka, data, dan regulasi hanya akan bermakna jika selaras dengan perilaku masyarakat dan dinamika ekonomi.

Pengalaman itu pula yang akhirnya membawanya pada topik disertasi, Determinan Model Keputusan Pajak Restoran Berbasis E-commerce Gofood di kota Semarang.

Elly melihat pertumbuhan usaha kuliner berbasis aplikasi tidak selalu sejalan dengan peningkatan penerimaan pajak.

Fenomena tersebut mendorongnya meneliti lebih dalam faktor-faktor yang memengaruhi kepatuhan wajib pajak di era digital.

Riset yang ia mulai sejak Agustus 2020 itu menghasilkan temuan bahwa model kepatuhan pajak perlu di sesuaikan dengan pola bisnis digital.

“Saya penasaran. Ada yang tidak selaras di situ,” ujarnya.

Menurutnya, pendekatan konvensional tidak lagi cukup untuk menjangkau pelaku usaha yang beroperasi melalui platform daring.

Temuan tersebut mendapat perhatian dari para penguji dan praktisi. Sejumlah pejabat daerah, perwakilan Bapenda, hingga unsur industri digital turut hadir memberikan dukungan dan menyimak pemaparannya.

Di hadapan para penguji, termasuk Dr. Ammi Zarkasyi Rahman, Prof. Ngatno, dan S. Rouli Manalu, Elly memaparkan temuannya dengan tenang. Ia menilai model kepatuhan perlu pembaruan agar selaras dengan pola bisnis digital.

Temuannya ini, menurut dia, mampu memberi kontribusi strategis bagi Bapenda dan ekosistem e-commerce. Bahkan, Kepala Badan Kesbangpol Kota Semarang, Bambang Ramusinto, hadir langsung memberi dukungan. Staf Bapenda dan Head Area Gojek Semarang pun datang untuk menyimak.

Selesaikan Studi Di Tengah Kesibukan Layani Masyarakat

Di balik capaian akademik itu, Elly tidak menampik adanya tantangan besar dalam menjaga keseimbangan hidup.

Ia harus membagi waktu antara pekerjaan, penelitian, dan keluarga. Dukungan sang istri, Femega Dian Putriani, serta putrinya, Leanai True Asmara, menjadi sumber energi utama yang membuatnya bertahan hingga akhir studi.

Selain menjalankan tugas birokrasi, Elly juga aktif di berbagai organisasi sosial dan kepemudaan. Aktivitas tersebut mempertemukannya dengan beragam persoalan masyarakat secara langsung, sehingga gagasan akademiknya tetap berpijak pada realitas sehari-hari.

Di ruang sidang Undip, saat namanya dinyatakan lulus, ia menghela napas panjang. Bukan sekadar karena gelar doktor, tetapi karena ia merasa perjuangannya dapat memberi teladan bagi ASN yang lain.

“Saya ingin jadi contoh. Yang S1 ayo lanjut S2, yang S2 ayo lanjut S3. ASN harus terbiasa berpikir ilmiah agar bisa menyelesaikan persoalan publik,” tegasnya.

Bagi Elly, gelar doktor bukan tujuan akhir, melainkan alat untuk memperkuat kualitas pelayanan publik. Ia berharap langkahnya dapat menginspirasi aparatur sipil negara lainnya untuk terus belajar dan mengembangkan kapasitas intelektual.

Hari itu, ketika matahari condong ke barat, Elly berdiri di halaman fakultas sambil menenteng map berisi lembar pengesahan. Langkahnya ringan.

Bukan hanya karena titel Doktor Administrasi Publik semakin dekat digenggamnya. Tetapi karena ia tahu, perjalanan kembali mengabdi ke masyarakat kini akan mulai lagi, dengan bekal ilmu yang jauh lebih lengkap. (*)

Editor: Elly Amaliyah

Simak berbagai berita dan artikel pilihan beritajateng.tv dengan bergabung ke saluran kami.

Gabung Channel WhatsApp