BLORA, beritajateng.tv – PT Bank Pembangunan Daerah Jawa Tengah (Bank Jateng) terus menunjukkan komitmennya dalam menggerakkan perekonomian daerah dengan memperkuat layanan syariah. Bank Jateng meresmikan Gedung Kantor Cabang Pembantu Syariah (KCPS) di Blora pada Rabu, 19 November 2025.
Bupati Blora, Arief Rohman, jajaran Forkopimda, serta Direksi Bank Jateng, hadir dalam peresmian ini.
Bupati Blora dalam sambutannya menegaskan bahwa peresmian ini momentum krusial bagi kemajuan ekonomi di wilayahnya.
“Peresmian gedung KCPS Blora ini merupakan momentum penting bagi pengembangan ekonomi syariah di Kabupaten Blora,” ujar Bupati Arief.
Ia mengapresiasi langkah Bank Jateng. Menurutnya, kehadiran kantor ini tidak hanya sekadar memperluas layanan perbankan.
BACA JUGA: Bank Jateng Tingkatkan Literasi Keuangan Mahasiswa Lewat Kolaborasi Inovatif dengan Dunia Kampus
“Kehadiran Bank Jateng Syariah di sini bukan hanya memperluas layanan perbankan, tetapi juga menjadi sarana edukasi dan pemberdayaan masyarakat, khususnya dalam mendukung pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) agar lebih inklusif secara finansial,” tegasnya.
Bupati berharap KCPS Blora dapat menjadi wadah sinergi antara pemerintah, lembaga keuangan, tokoh agama, dan masyarakat untuk membangun ekonomi yang inklusif dan berkelanjutan di Blora.
Bank Jateng Dukung Sektor Vital Blora
Direktur Bisnis Kelembagaan dan UUS Bank Jateng, Ony Suharsono menyatakan, kehadiran KCPS Blora adalah perwujudan komitmen Bank Jateng untuk menjadi katalis ekonomi daerah, khususnya dalam mendukung sektor-sektor vital Blora seperti pertanian, peternakan, dan UMKM.
Ony Suharsono memaparkan kontribusi nyata Bank Jateng Syariah dalam memperkuat fondasi ekonomi masyarakat Jawa Tengah.
BACA JUGA: Naik Kelas Global, Bank Jateng Jadi Katalisator Penguatan UMKM Lewat Pasar Harmoni
Hingga saat ini, Bank Jateng Syariah telah berhasil menyalurkan Kredit Usaha Rakyat (KUR) Syariah sebesar Rp 3,59 Triliun.
“Dana tersebut telah disalurkan kepada lebih dari 18.300 pelaku UMKM di berbagai sektor produktif. Ini bukti nyata kami dalam menciptakan financial inclusion with values (inklusi keuangan yang bernilai),” tegas Ony.
Ia menjelaskan bahwa Bank Jateng Syariah tidak hanya memberi akses modal, tetapi juga menanamkan nilai-nilai etika, keberkahan, dan tanggung jawab sosial.
“Dengan semangat ta’awun (tolong-menolong) dan maslahah (kebaikan bersama), kami ingin memastikan setiap penyaluran rupiah dapat menumbuhkan kemandirian dan keadilan di tingkat akar rumput,” tambahnya.
Dalam kesempatan tersebut, Ony Suharsono juga menguraikan tiga peran fundamental Bank Jateng Syariah, yaitu:
Sebagai Enabler Ekonomi Umat: Membuka akses keuangan lebih luas bagi pelaku usaha kecil, pesantren, komunitas, dan perempuan pelaku usaha.
Sebagai Mitra Pemberdaya Daerah: Tidak hanya menyalurkan pembiayaan, tetapi juga aktif mendampingi, mengedukasi, dan membangun ekosistem bisnis yang berdaya tahan.
Sebagai Pengemban Amanah Nilai: Memastikan prinsip syariah menjadi fondasi moral dalam membangun sistem ekonomi yang berkeadilan dan berkelanjutan.
Ony Suharsono menutup dengan harapan KCPS Syariah Blora dapat menjadi “lokomotif baru” bagi pertumbuhan sektor produktif di Blora.
“Kami berterima kasih atas dukungan semua pihak. Semoga langkah kita dalam mewujudkan ekonomi yang maslahat dan Indonesia yang lebih sejahtera senantiasa diridhai Allah SWT,” tutupnya. (*)





