“Bank Jateng optimistis bahwa dana kelolaan kustodian nasabah (AUC) akan terus meningkat pada tahun ini. Selaras dengan upaya kami memperkuat bisnis treasury dan mendorong layanan pasar modal (capital market) bagi nasabah. Selain itu, kerja sama mendorong penguatan layanan kustodian dan treasury melalui kolaborasi dengan manajer investasi nasional seperti BNI AM,” ujarnya.
Ristiani mengharapkan kolaborasi ini dapat memenuhi kebutuhan likuiditas serta mendukung kegiatan investasi secara optimal. Misalnya, dalam pengelolaan instrumen pasar uang dan pasar modal seperti reksa dana, pengelolaan portofolio efek untuk kepentingan nasabah secara individual dan instrumen lainnya. Selain itu, memperkuat ekosistem investasi daerah, memperkuat struktur operasional dan pengelolaan reksa dana secara menyeluruh dari sisi penjualan, penyimpanan aset, hingga dukungan likuiditas.
BNI Asset Management Berniat Perluas Kerja Sama
Direktur Utama BNI Asset Management, Ari Adil, menyatakan kepercayaan kepada Bank Jateng selaras dengan komitmen perusahaan dalam memperluas kerja sama dengan institusi keuangan daerah. Selain itu, ada niat memperkuat ekosistem investasi, terutama di daerah Jawa Tengah. Dalam sambutannya, Ari menyampaikan apresiasi dan harapannya terkait dengan kolaborasi ini.
“Kami ucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya atas kerja sama yang telah terjalin saat ini. Kami berharap kerja sama ini bisa membawa angin segar baru untuk Bank Jateng dalam memperluas layanan bisnis sebagai Bank Kustodian yang memperluas layanan di dunia pasar modal serta akan memberikan nilai tambah bagi investor dan mendukung pertumbuhan reksa dana secara berkelanjutan,” ujarnya.
Harapannya, penandatanganan kerja sama ini dapat memberikan nilai tambah bagi kedua belah pihak. Kerja sama pengembangan bisnis di bidang pasar modal dan perbankan. (*)
Editor: Andi Naga Wulan.





