TEGAL, beritajateng.tv – Persekat Tegal mengambil keputusan besar dengan melepas delapan pemain dan satu ofisial, Arin Atman Zuhri. Pengumuman ini tersiar langsung melalui akun Instagram resmi tim.
“Persekat resmi mengakhiri kerja sama dengan 8 pemain dan 1 official,” tulis @persekat.tegal pada Kamis, 24 Oktober 2024 malam
Manajemen Persekat juga mengumumkan rencana perekrutan pemain baru yang akan berlangsung mulai 19 Desember 2024 hingga 15 Januari 2025.
“Untuk pendaftaran pemain baru akan sesuai periode dalam regulasi yaitu dari tanggal 19 Desember 2024 hingga 15 Januari 2025,” imbuhnya.
BACA JUGA: Persekat Tegal Unggul Tipis 1-0 Atas Persela Lamongan
Sementara itu, sebelumnya hasil sidang Komite Disiplin PSSI pada 18 Oktober 2024 memberikan keputusan penting bagi Persekat.
PSSI menyatakan Panitia Pelaksana Pertandingan Persekat bersalah atas insiden yang terjadi saat laga melawan Nusantara United FC pada 13 Oktober 2024 di ajang Pegadaian Liga 2 2024/2025.
Beberapa insiden terjadi, termasuk pemukulan perangkat pertandingan oleh orang tak dikenal, pelemparan botol minuman, serta penonton yang masuk ke lapangan, sehingga pertandingan terhenti selama 12 menit.
Atas insiden tersebut, Komite Disiplin PSSI menjatuhkan sanksi berupa larangan menggelar pertandingan dengan penonton selama empat laga kandang, serta denda Rp10 juta.
BACA JUGA: Siap Perkuat Persekat Tegal, Ini Profil Felipe Ryan Alves Silva
Pada sidang lanjutan 19 Oktober 2024, dua pemain Persekat, Firmansyah dan Kevin Armedyah Nur Erwihas, juga mendapat sanksi tambahan.
Firmansyah menerima larangan bermain selama dua pertandingan dan denda Rp5 juta. Sebab, ia terbukti melakukan pemukulan terhadap pemain lawan yang berujung pada kartu merah langsung.
Kevin juga menghadapi hukuman serupa. PSSI menyatakan ia bersalah atas tindakan kasar terhadap pemain lawan, yang membuatnya mendapat kartu merah langsung. Hukumannya berupa larangan bermain dalam dua pertandingan dan denda Rp5 juta.
Oleh karena itu, pengeluaran delapan pemain serta satu ofisial itu menurut dugaan lantaran Persekat Tegal menerima sanksi yang cukup berat dari Komisi Disiplin PSSI. (*)





