Ekbis

Persiapan Dana Pensiun Masih Rendah, OJK Ingatkan Pentingnya Menabung Sejak Dini

×

Persiapan Dana Pensiun Masih Rendah, OJK Ingatkan Pentingnya Menabung Sejak Dini

Sebarkan artikel ini
Ilustrasi menabung. (Pexels/Pixabay)
Ilustrasi menabung. (Pexels/Pixabay)

SEMARANG, beritajateng.tv – Kebutuhan finansial jangka pendek seperti pekerjaan, cicilan, dan konsumsi sering kali membuat masyarakat mengabaikan pentingnya perencanaan dana pensiun.

Padahal, mempersiapkan masa pensiun sejak muda dinilai krusial untuk menjaga stabilitas keuangan di usia nonproduktif.

Data Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mencatat tingkat persiapan dana pensiun di Indonesia masih rendah, baik di sektor pekerja formal maupun informal.

Laporan Mercer CFA Institute Global Pension Index 2023 juga menilai sistem pensiun nasional masih menghadapi tantangan, terutama dari sisi cakupan kepesertaan dan rendahnya literasi keuangan.

BACA JUGA: Banyak Keluhan Debt Collector, OJK Jateng Minta Warga Berani Melapor

Meski banyak individu memahami pentingnya dana pensiun, keputusan untuk menyiapkannya sering tertunda karena prioritas kebutuhan harian. Padahal, semakin dini seseorang menabung, semakin besar potensi pertumbuhan dana melalui efek bunga berbunga.

DPLK Jadi Alternatif Perencanaan Jangka Panjang

Salah satu instrumen yang bisa dimanfaatkan adalah Dana Pensiun Lembaga Keuangan (DPLK), yaitu program pensiun yang dikelola lembaga keuangan dan berada di bawah pengawasan OJK.

Ketua Pengawas DPLK bank bjb, Dr. Nur Hasan Kurniawan, mengatakan bahwa peserta dapat menyetor dana secara berkala sesuai kemampuan, serta memilih portofolio investasi konservatif, moderat, atau agresif.

“Berbeda dengan tabungan biasa, perancangan DPLK khusus untuk menyediakan pendapatan saat pensiun. Program ini dapat di ikuti baik oleh pekerja perusahaan maupun masyarakat umum secara mandiri,” katanya pada Rabu, 10 Desember 2025.

bank bjb menghadirkan layanan dana pensiun melalui produk bjb siap (DPLK) dengan pilihan investasi yang beragam.

Selain pengelolaan dana, bank bjb juga aktif memberikan edukasi keuangan melalui workshop, webinar, dan materi digital untuk meningkatkan pemahaman peserta dalam mengambil keputusan finansial.

Peserta dapat mengikuti program DPLK bank bjb dengan setoran awal maupun iuran rutin yang fleksibel sesuai kemampuan.

Simulasi Perencanaan Dana Pensiun

Ilustrasi dana pensiun ini hanya bersifat simulasi dan bukan merupakan jaminan hasil investasi. Peserta berusia 30 tahun menyetor Rp500.000 per bulan selama 25 tahun.

“Dengan asumsi imbal hasil rata-rata 8% per tahun, estimasi akumulasi dana pada usia 55 dapat mencapai sekitar Rp460 juta. Jika mulai pada usia 40 tahun dengan setoran dan asumsi sama, estimasi dana sekitar Rp180 juta,” jelasnya.

Pengelolaan risiko ini berlangsung dengan prinsip kehati-hatian melalui diversifikasi portofolio, mitigasi inflasi, serta pemantauan rutin oleh Komite Investasi.

BACA JUGA: OJK Terbitkan Aturan Baru tentang Transparansi dan Publikasi Laporan Bank

Seluruh operasional juga mengikuti regulasi OJK, termasuk aturan perlindungan konsumen. Peserta tetap diimbau memahami manfaat, biaya, dan potensi risiko sebelum bergabung dengan program DPLK.

Tingkat literasi dan kedisiplinan dalam menabung menjadi faktor penting dalam kesiapan finansial menghadapi masa pensiun. Perencanaan yang tepat sejak dini dapat membantu mengurangi beban ekonomi di kemudian hari. (*)

Editor: Farah Nazila

Simak berbagai berita dan artikel pilihan beritajateng.tv dengan bergabung ke saluran kami.

Gabung Channel WhatsApp