SEMARANG, beritajateng.tv – Persijap Jepara telah mencatatkan sebanyak sepuluh kartu kuning hanya dalam dua laga awal Super League 2025/2026.
Pada pekan perdana, Persijap menghadapi PSM Makassar dan menutup pertandingan dengan skor 1-1. Wasit mengeluarkan enam kartu kuning untuk pemain Jepara akibat pelanggaran keras.
Akibatnya, Komite Disiplin PSSI menjatuhkan denda senilai Rp50 juta kepada klub promosi tersebut.
BACA JUGA: Laga Pembuka BRI Super League 2025, Persijap Jepara Siap Tampil Agresif Lawan PSM Makassar
Performa Persijap semakin menarik perhatian pada pekan kedua. Melawan juara bertahan Persib Bandung, tim asuhan Mario Lemos tampil penuh determinasi.
Mereka berhasil meraih kemenangan mengejutkan dengan skor 2-1. Meski mencatat sejarah, laga tersebut kembali menghadirkan empat kartu kuning tambahan.
Total akumulasi kartu kuning Persijap pun mencapai sepuluh hanya dalam dua pertandingan.
Daftar kartu kuning pemain Persijap
Pemain asal Brasil, Carlos Franca, menjadi sorotan setelah mencetak gol ke gawang Persib. Namun, ia juga termasuk salah satu pemain yang sudah mengantongi dua kartu kuning, bersama gelandang Wahyudi Hamisi.
Enam kartu lainnya tersebar merata kepada Rodrigo Nascimento, Rosalvo Candido, Douglas Cruz, Elvis Sakyi, Alexis Gomez, serta Najeeb Yakubu.
Catatan itu memperlihatkan bahwa gaya bermain keras Persijap menjadi karakter kolektif, bukan hanya kesalahan individu.
Pelatih kepala Persijap, Mario Lemos, mengakui jumlah kartu kuning timnya berlebihan. Namun, ia menilai strategi agresif perlu ditempuh agar mampu bersaing.
BACA JUGA: Usai Tahan Imbang PSM Makassar, Persijap Jepara Tantang Persib Bandung di Laga Kandang Perdana
“Memang jumlah kartu kuningnya terlalu banyak. Tetapi dengan materi pemain yang kami punya, tim harus bermain intens. Kalau ingin menang, kami wajib tampil agresif,” ucap Lemos.
Meskipun menuai kritik, Lemos tetap puas dengan pencapaian timnya. Persijap sudah mengoleksi empat poin dari dua laga awal. Raihan ini menjadi catatan positif untuk klub yang baru kembali ke kasta tertinggi sepak bola Indonesia.
“Bagaimanapun caranya, mendapatkan poin di awal musim sangat penting. Empat poin sudah cukup bagus,” tandasnya. (*)





