Jateng

Perempuan Usia Senja Semangat Belajar Agama

×

Perempuan Usia Senja Semangat Belajar Agama

Sebarkan artikel ini
pesantren kilat
Meskipun telah berusia senja, ratusan Lansia tetap semangat untuk mempelajari ilmu agama, Minggu (2/4/2023).

SEMARANG, beritajateng.tv – Para santriwati tampak khidmat dan serius mengikuti kajian di Pesantren Lansia Roodhiyatam Mardhiyyah. Pesantren ini terletak di Jalan Dewi Sartika RT 09 RW 05, Kelurahan Sukorejo, Kecamatan Gunungpati, Kota Semarang.

Bahkan beberapa santriwati Lansia ada yang berangkat dari ketidakpahaman terhadap nilai keagamaan, pemahaman agama yang parsial, dan tidak sedikit pula yang terbata-bata membaca Al-Qur’an dengan keterbatasan yang ada. Melalui pesantren Lansia ini membantu mereka agar mengeksplorasi nilai-nilai keislaman secara kaffah.

Misalnya Ratna Sukasno, Lansia berusia 77 tahun. Ia sudah dua bulan berada di Pesantren Roodhiyatam Mardhiyyah. “Saya sudah dua bulan di sini, saya senang sekali di sini, saya merasa semangat, segalanya untuk persiapan bekal menghadap kepada-Nya,” kata Ratna.

Lebih lanjut ia menuturkan, “di sini belajar masalah fikih, Al-Qur’an, bagaimana mempersiapkan diri mencari bekal. Setiap hari ada jadwalnya. Saya ikut santri mukim, pesantren Lansia kilat,” ucapnya.

Sementara itu, peserta lainnya di pesantren Lansia, Ida mengaku sangat bersemangat mengikuti kegiatan tersebut. Ia mengatakan bahwa pesantren kilat ini bisa mengisi waktu luang dengan membaca Al-Qur’an. Selain itu, ia juga mempelajari tajwid dan makhrijul huruf agar membuat bacaan Al-Qur’an lebih indah dan sesuai kaidah.

“Bagus sekali, kegiatan ini positif sekali apalagi bagi Lansia untuk menambah ilmu. Melalui kegiatan ini, bisa belajar membaca Al-Qur’an dengan lebih bagus,” dia bisa mengisi bulan Ramadhan dengan memperbanyak mengaji dan bisa menambah pengetahuan juga,” pungkasnya.

Pesantren Kilat, Ilmunya tanpa Waktu Tenggat

Pada dasarnya, mempelajari dan mengeksplorasi nilai-nilai Al-Qur’an bisa saja dilakukan sejak kecil. Bukan tanpa alasan, ada sebuah peribahasa mengatakan bahwa belajar di waktu kecil bagai mengukir di atas batu, sementara jika sudah dewasa laksana mengukir di atas air.

Belajar ilmu dunia dan akhirat akan sangat membantu untuk menjalani kehidupan. Keseimbangan kedua ilmu itu akan membuat manusia moderat dalam segala sisi kehidupan.

Apabila hanya mempelajari ilmu agama saja, maka hidup akan pincang. Akan tetapi, apabila hanya mempelajari ilmu dunia saja, maka hidup akan buta.

Maka dari itu, sikap moderat dalam mempelajari sesuatu menjadi kiat untuk meraih kesuksesan ilmu. Semakin moderat seseorang, maka akan semakin tinggi ilmunya.

Pemahaman terkait moderat dalam berilmu tentunya tidak bisa didapat dalam beberapa hari. Tentunya memerlukan ketekunan yang sustainable dan mencari ustadz atau ustadzah yang tepat untuk membimbing manusia agar tidak terjerumus kepada pemikiran rigid (*).

Editor: Andi Naga Wulan.

Simak berbagai berita dan artikel pilihan beritajateng.tv dengan bergabung ke saluran kami.

Gabung Channel WhatsApp