Berdasarkan sensus 2013 di Kabupaten Semarang ada sebanyak 130 ribu orang yang berprofesi sebagai petani, namun saat ini (2025) tinggal 116 ribu orang.
“Maka sejak usia dini mereka di perkenalkan pada dunia pertanian dan kami galakkan bahwa menanam adalah bagian dari kebutuhan dasar pangan,” tegasnya.
Masih menurut Edy, langkah dan terobosan Dinas Pertanian Perikanan dan Pangan ini bukan sekadar mengajarkan bagaimana menanam bibit di lahan pertanian.
Tetapi juga menanam harapan di benak generasi penerus. “Apa jadinya, jika di negeri agraris ini jumlah petani makin habis karena termakan usia dan tidak ada regenerasi,” tandasnya. (*)
Editor: Farah Nazila




