SEMARANG, beritajateng.tv – Bupati Semarang, Ngesti Nugraha, mengingatkan jajarannya agar tidak menganggap pengamanan pemilihan kepala desa (Pilkades) serentak sekadar rutinitas biasa. Tingkat kewaspadaan harus tetap ԁijaga demi mengantisipasi potensi kerawanan.
Hal tersebut Ngesti tegaskan saat memimpin Apel Gelar Pasukan Operasi Aman Desa 2026 di kompleks GOR Pandanaran, Wujil, Kabupaten Semarang, Rabu, 14 Oktober 2026.
Pilkades serentak 2026 di Kabupaten Semarang mencakup skala yang cukup luas, yakni melibatkaan 19 kecamatan dan 140 desa. Total daftar pemilih tetap (DPT) mencapai 442.484 orang yang tersebar di 1.007 tempat pemungutan suara (TPS).
“Maka penting ԁipahami, setiap proses pemilihan memiliki kerawanan jika tidak ԁikelola dengan baik,” tegas Ngesti.
Ia meminta masyarakat menyikapi perbedaan pilihan dan dinamika politik secara dewasa. Menurutnya, tensi politik tidak boleh memicu perselisihan berkepanjangan yang mengancam kerukunan serta persatuan antarwarga.
BACA JUGA: 37 Desa di Jawa Tengah Gelar PAW Kepala Desa 2026, Ada yang Undur Diri dan Meninggal Dunia
Selain itu, bupati juga mewanti-wanti semua pihak agar mewaspadai kerawanan lain pada tahapan krusial pilkades, seperti politik identitas, penyebaran hoaks, dan ujaran kebencian.
Masyarakat ԁiminta lebih bijak dalam menyaring informasi dan tidak mudah menyebarkan kabar yang belum terverifikasi.
“Jangan sampai karena perbedaan pilihan, hubungan antarwarga menjadi renggang. Persaudaraan di lingkungan keluarga, tetangga, dan masyarakat rusak hanya karena kepentingan politik sesaat,” ujarnya.
“Siapa pun nanti yang mendapatkan kepercayaan dari masyarakat, persatuan dan kerukunan warga di Kabupaten Semarang harus tetap kita jaga bersama,” imbuh Ngesti.
Kepada para calon kepala desa, tim sukses, dan pendukung, Ngesti berpesan agar berjiwa besar dan siap menerima apapun hasil pilkades dengan lapang dada. Menang atau kalah, kata dia, adalah keniscayaan dalam proses demokrasi.
BACA JUGA: Anggota Polisi Daftar Kepala Desa di Kabupaten Semarang, Lanjutkan Jejak Kakak 3 Periode
Kerahkan 500 Personel
Sementara itu, Kapolres Semarang AKBP Heru Dwi Purnomo menyatakan pihaknya menyiagakan 500 personel untuk mengamankan seluruh rangkaian tahapan Pilkades Serentak 2026.
Selain pengamanan melekat di tiap tahapan, jajaran Polres Semarang juga menggencarkan operasi cipta kondisi guna menjaga situasi keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas). Salah satunya melalui razia minuman keras secara berkala.
“Kegiatan ini akan terus kami lakukan secara berjenjang, mulai dari tingkat polsek jajaran hingga Polres Semarang,” pungkas AKBP Heru. (*)
Editor: Mu’ammar R. Qadafi





