SEMARANG, beritajateng.tv – PKB Kota Semarang mulai memanaskan mesin politik setelah pengurus Dewan Pengurus Cabang (DPC) periode 2026-2031 resmi dikukuhkan.
PKB memasang target ambisius, yakni meningkatkan perolehan kursi di DPRD Kota Semarang dari lima kursi saat ini menjadi delapan kursi pada Pemilu 2029.
Ketua DPC PKB Kota Semarang, Ma’ruf, mengatakan pengukuhan pengurus menjadi momentum untuk memperkuat konsolidasi organisasi sekaligus menyusun strategi menghadapi kontestasi politik mendatang.
Ia optimistis target tersebut dapat tercapai melalui kerja bersama antara kader muda dan tokoh senior.
“Memang sebagian besar kepengurusan merupakan generasi muda, tetapi tetap di dampingi pengurus yang memiliki ketokohan. Kami ingin keduanya berkolaborasi untuk menggarap potensi pemilih muda yang cukup besar,” kata Ma’ruf seusai pengukuhan pengurus DPC PKB Kota Semarang di MG Setos Semarang.
BACA JUGA: Daftar Kandidat Ketua DPC PKB Semarang Mengerucut, Ini Nama-Namanya
Menurut Ma’ruf, komposisi kepengurusan yang melibatkan generasi milenial dan generasi Z menjadi salah satu modal untuk memperluas jangkauan partai.
Kader muda harapannya mampu mendekati pemilih pemula, sedangkan kader senior memperkuat komunikasi dengan kelompok pemilih yang lebih berpengalaman.
Ia menilai strategi tersebut penting untuk menghadapi Pemilu 2029, ketika pemilih muda di perkirakan memiliki porsi besar dalam menentukan hasil pemilihan.
“Pemilih muda kami perkirakan lebih dari 50 persen. Karena itu, kader muda bisa berbagi tugas dengan para senior. Yang muda menggarap pemilih pemula, sementara kader senior menjangkau kalangan mereka,” ujarnya.
Dari Lima Kursi, PKB Incar Tambahan Tiga Kursi
Target delapan kursi yang DPW PKB Jawa Tengah tetapkan menuntut partai tersebut menambah tiga kursi dari hasil Pemilu 2024.
Saat itu, PKB Kota Semarang memperoleh lima kursi di DPRD, meningkat satu kursi dari Pemilu 2019 yang menghasilkan empat kursi.
Ma’ruf berharap tren kenaikan tersebut berlanjut pada Pemilu 2029. Namun, ia menyadari target itu tidak cukup tercapai melalui konsolidasi pengurus di tingkat kota.
Setelah pengukuhan, DPC PKB Kota Semarang akan melanjutkan pembenahan struktur hingga tingkat ranting.
Langkah ini untuk memperluas jangkauan partai sekaligus membangun komunikasi dengan masyarakat hingga tingkat RT dan RW.
“Setelah pengukuhan, kami akan menindaklanjuti dengan pembentukan ranting. Dengan struktur yang semakin kuat sampai tingkat bawah, kami berharap upaya mencapai target delapan kursi bisa lebih terarah,” kata dia.
Pengukuhan pengurus DPC PKB Kota Semarang periode 2026–2031 dilakukan oleh Ketua DPW PKB Jawa Tengah, Sarif Abdillah. Kegiatan tersebut sekaligus menjadi rangkaian orientasi politik dan musyawarah kerja cabang (Muskercab).
Prosesi pengukuhan mulai dengan pembacaan surat keputusan DPP PKB mengenai susunan pengurus, termasuk Dewan Syuro dan Dewan Tanfidz. Setelah itu, para pengurus mengucapkan sumpah dan janji yang dipimpin Sarif Abdillah.
DPW PKB Minta Pengurus Buktikan Kinerja
Di sisi lain, Ketua DPW PKB Jawa Tengah, Sarif Abdillah, mengingatkan pengurus baru agar tidak hanya berfokus pada penguatan internal dan target perolehan kursi.
Ia meminta DPC PKB Kota Semarang menyusun program kerja konkret yang manfaatnya bisa langsung masyarakat rasakan.
Menurut Sarif, jabatan dan kursi di lembaga legislatif seharusnya menjadi sarana untuk memperjuangkan kepentingan rakyat, bukan sekadar tujuan politik.
“Kader PKB adalah kader pelayanan masyarakat dan kader yang mengabdi untuk rakyat,” tegas Sarif.
Ia menjelaskan, pengurus perlu menerjemahkan semangat pengabdian tersebut ke dalam kegiatan nyata. Bentuknya antara lain mendampingi warga, mengawal persoalan masyarakat, serta membantu mencari solusi atas berbagai masalah yang warga hadapi.
“Kekuasaan itu hanya alat atau wasilah. Tujuannya adalah kesejahteraan masyarakat. Kami berharap Muskercab menghasilkan program kerja yang konkret, riil, dan benar-benar masyarakat rasakan,” ujarnya.
Sarif juga mendorong DPW dan DPC mengevaluasi kinerja kader berdasarkan kontribusi mereka kepada masyarakat. Dengan demikian, keberhasilan partai tidak hanya diukur dari aktivitas organisasi atau jumlah kursi yang di peroleh dalam pemilu.
Terkait target delapan kursi di DPRD Kota Semarang, Sarif menyebut capaian tersebut sebagai harapan yang harus pihaknya perjuangkan melalui kerja nyata.
Ia meyakini peluang itu terbuka selama kader mampu membangun kepercayaan masyarakat.
“Kalau kita bekerja dengan keikhlasan dan ketulusan, lalu partai bisa ngena di hati rakyat, saya yakin target itu bisa terwujud. Tetapi kalau tidak serius berikhtiar, target hanya akan menjadi harapan,” katanya. (*)





