Jateng

PKL Simpang Lima “Diliburkan” Dua Pekan Selama MTQ Nasional? Disdag Semarang: Hanya Dialihkan

×

PKL Simpang Lima “Diliburkan” Dua Pekan Selama MTQ Nasional? Disdag Semarang: Hanya Dialihkan

Sebarkan artikel ini
PKL Simpang Lima “Diliburkan” Dua Pekan Selama MTQ Nasional? Disdag Semarang: Hanya Dialihkan
Lapangan Simpang Lima Semarang. (Ellya/beritajateng.tv)

SEMARANG, beritajateng.tv – Lebih dari 100 pedagang kaki lima (PKL) yang biasa berjualan di kawasan Lapangan Pancasila Simpang Lima Semarang akan beralih sementara selama pelaksanaan Musabaqah Tilawatil Quran (MTQ) Nasional XXXI 2026.

Pemindahan sementara itu lantaran kawasan Simpang Lima akan menjadi salah satu pusat kegiatan yang menghadirkan ribuan pengunjung.

Pemerintah Kota Semarang memastikan para PKL tidak mendapat larangan berjualan, melainkan di arahkan ke sejumlah lokasi alternatif.

Kepala Dinas Perdagangan Kota Semarang, Aniceto Magno Dasilva, mengatakan pengalihan berlangsung mulai 7 – 20 September 2026.

“Jadi bukan kita liburkan dan bukan melarang berjualan. Mereka di alihkan sementara karena selama pelaksanaan kegiatan ini kawasan Simpang Lima akan sangat ramai,” kata Amoy, sapaan akrabnya, Rabu, 29 Agustus 2026.

Ia menjelaskan, keputusan tersebut telah di bahas bersama para perwakilan PKL dalam pertemuan yang Dinas Perdagangan Kota Semarang gelar.

BACA JUGA: PKL Simpang Lima Semarang Tolak Libur Sebulan untuk event MTQ Nasional 

Pertemuan tersebut menjadi forum ketiga antara pemerintah dengan para pedagang. Sekitar 30 perwakilan PKL hadir untuk menerima penjelasan terkait pengaturan aktivitas perdagangan selama MTQ Nasional berlangsung.

“Pertemuan hari ini merupakan pertemuan ketiga dan saya pimpin langsung. Tidak ada permasalahan dengan pedagang. Kami mengundang perwakilan dari dalam kawasan maupun pedagang di luar (Simpang Lima) agar mereka bisa mendengar penjelasan secara langsung,” ujarnya.

Amoy mengatakan jumlah PKL yang terdampak mencapai lebih dari 100 pedagang. Mereka merupakan pedagang yang biasa berjualan di dalam Lapangan Pancasila dan sejumlah titik di sekitar Simpang Lima.

Sementara itu, PKL yang menempati shelter resmi tidak termasuk dalam pengalihan.

“Yang di shelter tidak ada masalah. Yang di alihkan adalah pedagang yang biasa berada di dalam lapangan dan sebagian yang berada di luar. Termasuk pedagang dengan becak dan sepeda,” katanya.

Menurut Amoy, Pemkot Semarang harus mengatur kepadatan kawasan selama MTQ Nasional berlangsung.

Kehadiran banyak vendor, tamu, peserta dan pengunjung khawatirnya membuat kawasan Simpang Lima semakin padat jika seluruh PKL tetap berjualan seperti biasa.

“Kalau vendor sudah banyak, tamu datang dalam jumlah besar, kemudian PKL tetap berada di lokasi yang sama, kawasan bisa terlalu padat. Kami ingin pemasaran tetap berjalan dan sekaligus menghindari hal-hal yang tidak kita inginkan,” ujarnya.

Pemkot Siapkan Lokasi Alternatif PKL

Dinas Perdagangan Kota Semarang memastikan pengalihan tidak berarti para PKL kehilangan kesempatan untuk mencari penghasilan selama kegiatan berlangsung.

Pemerintah menyiapkan sejumlah alternatif lokasi yang dapat pedagang gunakan untuk tetap berjualan.

Beberapa titik yang ia tawarkan antara lain Jalan Ahmad Dahlan, Jalan Gajah Mada, Jalan Ahmad Yani, serta kawasan di depan dan belakang shelter Citraland (CL).

“Intinya, kami tidak hanya mengatakan mereka tidak boleh berjualan. Kami akan bantu mencari lokasi lain yang di rasa aman dan nyaman untuk berjualan,” kata Amoy.

Ia mengatakan para pedagang dapat berkoordinasi dengan Dinas Perdagangan apabila membutuhkan penyesuaian lokasi.

Pihaknya juga akan berkoordinasi dengan Satpol PP dan Dinas Perhubungan untuk memastikan aktivitas PKL di lokasi alternatif tetap berjalan tertib tanpa mengganggu lalu lintas maupun aktivitas masyarakat.

“Prinsipnya, selama mereka berkoordinasi dengan Dinas Perdagangan, kami akan berusaha mencarikan solusi. Kami juga akan berkoordinasi dengan Satpol PP dan Dinas Perhubungan,” ujarnya.

Amoy menegaskan pengaturan tersebut bersifat sementara. Pemerintah berharap para PKL dapat memahami kebutuhan penataan kawasan selama MTQ Nasional berlangsung.

Menurutnya, muncul kekhawatiran di kalangan pedagang bahwa mereka akan diliburkan dalam waktu lama. Namun, Pemkot memastikan pengalihan hanya berlaku selama 7-20 September 2026.

“Ada yang mengira mereka akan di liburkan sampai satu bulan. Padahal tidak. Mereka hanya di alihkan sementara,” tegasnya. (*)

 

Editor: Elly Amaliyah

Simak berbagai berita dan artikel pilihan beritajateng.tv dengan bergabung ke saluran kami.

Gabung Channel WhatsApp