Jateng

PKL Simpang Lima Semarang Tolak Libur Sebulan untuk event MTQ Nasional

×

PKL Simpang Lima Semarang Tolak Libur Sebulan untuk event MTQ Nasional

Sebarkan artikel ini
PKL Simpang Lima Semarang Tolak Libur Sebulan untuk event MTQ Nasional
PKL sepeda dan becak di Simpang Lima Semarang . (Ellya/beritajateng.tv)

SEMARANG, beritajateng.tv – Paguyuban Pedagang Kaki Lima (PKL) Simpang Lima keberatan apabila menutup lapaknya selama satu bulan, ketika MTQ XXXI di Simpang Lima berlangsung pada 11 – 20 September.

Ketua Paguyuban PKL Simpang Lima Kepareng Wareng, mengaku jika sebelumnya memang sempat ada informasi PKL tidak boleh berjualan selama satu bulan.

Wareng sapaannya, menjelaskan jika keputusan tersebut belum final, lantaran akan ada pertemuan dengan Dinas Perdagangan, Kamis, 27 Agustus 2026.

“Keputusannya besok kita ketemu lagi dengan Dinas. Tadi juga ada pertemuan, di depan kami bilangnya mulai tanggal 7, tapi kayaknya bisa berjualan tapi bukan di dalam, mungkin akan relokasi di depan Matahari,” kata Wareng.

Dengan adanya keputusan PKL boleh berjualan, kata Wareng membuat PKL sedikit lega, pasalnya kalau libur selama satu bulan, para pedagang tidak memiliki pekerjaan lainnya.

“Kalau satu bulan, siapa yang mau kasih makan. Sebenarnya kan presiden (datang) hanya dua hari di MTQ, mosok kita suruh libur sebulan,” bebernya.

BACA JUGA: UMKM Kota Semarang Bidik Pasar Global, Buyer Mesir hingga India Siap Jajaki Produk Lokal 

PKL kata dia, sebenarnya mendukung program pemerintah, tapi dia meminta libur untuk PKL tidak terlalu lalu lama.

Menurutnya jika tidak menganggu proses bongkar pasang, idealnya mereka bisa tetap berjualan.

“Kalau tidak kita di geser ke lingkar luar kan bisa, atau di tempat lain. Kita mintanya harus ada win-win solution,” tegasnya.

Total kata dia, ada 100 sampai 150 PKL yang ada di Simpang Lima. Pihaknya pun protes ketika di minta libur satu bulan.

Untuk opsi pastinya lanjut Wareng, baru akan ada pembahasan besok Kamis, 27 Agustus 2026. Pasalnya kota lain saat penyelanggaraan MTQ pedagang tidak diliburkan.

“Opsi pastinya besok, misal masih sama ya kita akan demo. Minimal kita bisa pindah ke tempat lain. Adanya MTQ ini kan juga menggerakkan perekonomian masyarakat,” jelasnya. (*)

 

Editor: Elly Amaliyah

Simak berbagai berita dan artikel pilihan beritajateng.tv dengan bergabung ke saluran kami.

Gabung Channel WhatsApp