Hukum & Kriminal

Polda Jateng Tetapkan 4 Tersangka Penipuan Masuk Akpol: Polisi hingga Sopir Modal Kartu BIN-TNI Palsu

×

Polda Jateng Tetapkan 4 Tersangka Penipuan Masuk Akpol: Polisi hingga Sopir Modal Kartu BIN-TNI Palsu

Sebarkan artikel ini
Tersangka Akpol
Konferensi pers ungkap kasus penipuan rekrutmen Akpol di lobi Mapolda Jawa Tengah, Kota Semarang, Rabu, 5 November 2025. (Made Dinda Yadnya Swari/beritajateng.tv)

“SAP ini yang mengaku adiknya Bapak Kapolri. Dia menggunakan nama pimpinan hanya untuk meyakinkan korban bahwa bisa mendapatkan kuota. SAP juga menerima uang tanda jadi Rp500 juta dan menikmati hasil Rp200 juta,” ungkap Dwi.

Tersangka kedua, JW, disebut sebagai aktor utama dalam jaringan ini. Ia memiliki sejumlah identitas palsu dan foto-foto bersama pejabat yang ia gunakan untuk memperdaya korban.

“JW ini menarik karena ternyata punya banyak identitas palsu. Dia punya KTA BIN, lencana Badan Penelitian Aset Negara, hingga kartu TNI, semuanya palsu,” kata Dwi.

BACA JUGA: Tertipu Seleksi Akpol Semarang Rp2,65 Miliar, Warga Pekalongan Laporkan Oknum Polisi ke Polda Jateng

Menurutnya, JW bekerja sebagai sopir atau driver namun sering mengaku punya koneksi dengan pejabat pemerintahan, TNI, dan Polri. Dalam aksinya, JW juga berperan sebagai koordinator lapangan.

“Modus JW adalah menggunakan identitas identitas palsu, kemudian menggunakan foto-foto dengan para pejabat ya, sehingga memengaruhi para korban bahwa dia memang dekat dengan pejabat-pejabat. JW ini juga ada sebagai koordinator lapangan, aktor utama.

JW menikmati hasil kejahatannya hingga Rp2,05 miliar dari total kerugian korban seluruhnya Rp2,65 miliar.

“Kemudian yang bersangkutan menerima dan menikmati hasil uang tersebut sebanyak Rp2,05 miliar dari kerugian Rp2,65 miliar,” tuturnya.

Anggota Polri aktif jadi tersangka lain, tugasnya penghubung korban dengan SAP dan JW

Selain dua pelaku utama itu, polisi juga menetapkan dua tersangka lain yakni F dan AOK. Tersangka F merupakan anggota Polri aktif yang saat ini sedang menjalani masa pembinaan khusus (patsus).

“Perannya menyebarkan informasi dan menjadi penghubung antara pelaku dengan korban,” kata Dwi.

Sementara itu, AOK disebut bekerja sama dengan SAP dan JW. Ia menerima uang tunai dari korban dan menyerahkannya kepada JW.

BACA JUGA: Jadi Tersangka, Ini 4 Fakta Polisi Pemalang Calo Penerimaan Bintara Polri Tipu Hingga Rp900 Juta

“Uang yang diserahkan ke AOK seluruhnya disetorkan kepada JW. AOK sendiri hanya menikmati sekitar Rp2 juta,” jelas Dwi.