SEMARANG, beritajateng.tv — Wakil Gubernur Jawa Tengah, Taj Yasin Maimoen, meminta panitia Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) Jawa Tengah (Jateng) XVII 2026 agar melakukan kolaborasi dengan berbagai pihak, agar penyelenggaraannya berjalan lancar dan sukses.
Hal itu ia sampaikan saat memimpin Rapat Koordinasi Panitia Besar Porprov Jateng XVII di Kantor Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) Jateng, Kota Semarang, pada Jumat, 24 April 2026.
“Porprov ini saya rasa sangat istimewa. Di tengah-tengah efisiensi dan lain sebagainya, tetapi kami punya semangat untuk bagaimana ini benar-benar bisa sukses,” ujarnya.
Taj Yasin menekankan, kunci utama menghadapi tantangan tersebut adalah memperkuat kebersamaan seluruh pemangku kepentingan olahraga. Mulai dari pemerintah provinsi, kabupaten/kota, hingga pengurus cabang olahraga dan dukungan dunia usaha.
BACA JUGA: Seleksi Rampung, Tim Bola Voli Indoor Kabupaten Semarang untuk Porprov 2026 Resmi Terbentuk
Selama ini, lanjutnya, kolaborasi dengan sektor non-pemerintah telah berjalan dan perlu terus ԁiperkuat.
“Kita tidak bisa berjalan sendiri. Harus ada kebersamaan dan kolaborasi dari semua pihak agar pelaksanaan Porprov ini bisa berjalan optimal,” tegasnya.
Selain memastikan kelancaran penyelenggaraan, Pemprov Jateng juga menaruh perhatian pada keberlanjutan pembinaan atlet.
Porprov ԁiharapkan menjadi ruang lahirnya atlet-atlet berprestasi yang memiliki kedisiplinan dan komitmen untuk terus membawa nama Jawa Tengah di ajang yang lebih tinggi.
Pemprov Jateng Dorong Porprov Jateng 2026 Perkuat Koordinasi dengan Kabupaten/Kota
Sebagai bentuk dukungan jangka panjang, pemerintah juga mendorong penguatan koordinasi dengan kabupaten/kota dalam membuka peluang bagi atlet berprestasi untuk memperoleh jaminan masa depan.
“Para atlet ini adalah aset daerah. Kita ingin memastikan mereka tidak hanya berprestasi, tetapi juga memiliki jaminan masa depan yang baik,” imbuhnya.
Ketua Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Jawa Tengah, Sujarwanto Dwiatmoko, menjelaskan semangat kolaborasi itu juga dalam hal penyelenggaraan acara. Ia menyebut pembiayaan Porprov bersumber dari dua jalur utama.
“Pertama, semua biaya yang timbul ԁibebankan pada APBD Provinsi Jawa Tengah. Kemudian yang kedua adalah sumber dana lain yang sah dan tidak mengikat,” jelasnya.
Menurut Sujarwanto, skema tersebut membuka ruang partisipasi luas dari berbagai pihak, termasuk dunia usaha, untuk turut berkontribusi menyukseskan Porprov sekaligus memanfaatkan momentum sebagai ajang promosi.
BACA JUGA: Rakor Persiapan Porprov Jateng 2026, KONI Kabupaten Semarang Ditarget Tembus Lima Besar
“Artinya kita juga menerima partisipasi dari semua unsur yang ingin menyukseskan Porprov ini, sekaligus menjadi ajang promosi berbagai produk dunia usaha,” imbuhnya.
Selain itu, ia juga mendorong pembentukan tim-tim teknis penyelenggaraan yang melibatkan unsur instansi terkait sesuai kebutuhan, guna memastikan seluruh aspek pelaksanaan berjalan efektif dan terkoordinasi.
Porprov XVII Jateng ԁijadwalkan berlangsung pada 25–31 Oktober 2026 di wilayah Semarang Raya yang meliputi Kota Semarang, Kabupaten Semarang, Kendal, Salatiga, Grobogan, dan Demak, dengan sebagian cabang olahraga juga ԁigelar di Blora.
Ajang empat tahunan ini akan mempertandingkan 59 cabang olahraga dengan 830 nomor pertandingan. Dari jumlah itu, setidaknya akan melibatkan 10.528 orang atlet dan pelatih.
Dengan semangat kebersamaan dan penguatan kolaborasi, Pemprov Jateng optimistis Porprov 2026 tidak hanya sukses penyelenggaraan, tetapi juga sukses dalam melahirkan atlet-atlet unggulan yang mampu berprestasi di tingkat nasional maupun internasional. (*)
Editor: Mu’ammar R. Qadafi





