“Logo itu PSI ciptakan dengan bebas nilai, kalau kosong tidak mungkin, karena pasti ada cita-cita yang partai representasikan ke dalamnya. Ada gagasan, narasi besar, yang dia usung,” ucap NHS.
BACA JUGA: Soroti Warna Logo Baru PSI, Pengamat Adi Prayitno: Menyerupai PDIP, Sasar Pemilih Jokowi?
Menurutnya, perdebatan gajah dan banteng yang terjadi pasca rebranding PSI ini merupakan keberhasilan dari pencipta logo itu sendiri.
“Kalau orang menerjemahkan gajah itu penempatannya akan secara diametral dengan banteng, di situlah keberhasilan pencipta logo itu. Karena dia mampu mengundang perdebatan makin asyik bagi sebagian orang. Apalagi menafsirkannya melalui klenik dan segala macam terhadap logoisme,” pungkas NHS. (*)
Editor: Mu’ammar R. Qadafi




