SEMARANG, beritajateng.tv – Mahasiswa Program Studi Ilmu Seni dan Arsitektur Islam (ISAI) Universitas Islam Negeri (UIN) Walisongo Semarang menggelar Pameran Internasional Seni dan Arsitektur bertajuk “Metamorfosart 5”. Kegiatan berlangsung di Galeri Nusantara ISAI Fakultas Ushuluddin dan Humaniora (FUHum), tanggal 7-30 Juni 2023.
Pameran yang diikuti 230 seniman dari 37 negara tersebut telah resmi dibuka pada Rabu 7 Juni 2023 dengan mengundang dr. Oei Hong Dijien, kolektor terkenal asal Magelang.
BACA JUGA: Terbukti Suap Dosen UIN Walisongo, Delapan Kades Demak Divonis 2 Tahun Penjara
Kepala Prodi ISAI UIN Walisongo, Zainul Adzfar mengatakan, pihaknya melibatkan partisipasi ratusan seniman, baik nasional maupun internasional. Hal tersebut sebagai salah satu langkah Prodi ISAI UIN Walisongo untuk terus berkembang.
“Tujuannya tentu dari Prodi ISAI UIN Walisongo ingin belajar banyak pengetahuan baru dari maestro-maestro seni di Indonesia. Sebab seni inilah yang menjadi kecerdasan dan mengantarkan pada arsitek Islam,” ungkap Adzfar kepada beritajateng.tv, Kamis 8 Juni 2023.
Menurut Adzfar, pameran Metamorfosart 5 tahun ini berlangsung lebih meriah karena diikuti oleh seniman dari berbagai negara. Mulai dari Argentina, Belgia, Brazil, China, hingga Perancis.
Beberapa seniman besar tanah air pun turut bergabung memamerkan karyanya. Antara lain Nasirun, Jumaldi Alfi, Sigit Santoso, Edopop, Deddy PAW, Klowor Waldiono, dan Gunarso.
Bertujuan memperluas kerja sama Prodi ISAI UIN Walisongo
Selain itu, lanjut Adzfar, pameran kali ini juga bertujuan untuk memperluas kerja sama antara Prodi ISAI dengan berbagai pihak, baik nasional maupun internasional. Ia juga berharap, kegiatan ini mampu menambah semarak gelaran budaya Kota Semarang.
“Harapannya ini bisa memberikan trigger untuk peristiwa-peristiwa budaya, baik tingkat kota Semarang maupun Jawa Tengah. Karena semakin banyak titik-titik yang menyelenggarakan peristiwa budaya dan seni, saya pikir itu akan menjadi hal yang baik,” lanjutnya.
BACA JUGA: Belajar Soal Kelembagaan, Mahasiswa UNNES dan UIN Walisongo Sambangi Bawaslu Semarang
Sementara itu, Ketua Panitia Metamorfosart 5, Sandiaji Pratama mengatakan, Metamorfosart merupakan agenda rutin tahunan dari Prodi. Tahun ini, tema “journey” panitia ambil karena mampu merepresentasikan makna dari setiap karya.
“Kita mengambil tema journey yang artinya perjalanan, entah perjalanan hidup seseorang, ataupun perjalanan yang ia temui. Biar orang-orang menafsirkan tentang journey itu luas dan tidak terbatas,” jelasnya.
Menurutnya, berbagai karya baik seni maupun arsitektur mampu menyampaikan makna perjalanan yang berbeda-beda. (*)
Editor: Ricky Fitriyanto





