Kenaikan Mojtaba memicu kritik tajam sebab pewarisan kekuasaan keluarga terasa bertentangan dengan semangat Revolusi Iran 1979. Status keulamaan Mojtaba juga menuai sorotan karena gelar Hojjatoleslam berada bawah tingkat Ayatollah.
Pemerintah Amerika Serikat menjatuhkan sanksi kepadanya tahun 2019 terkait ambisi regional serta tekanan keras terhadap oposisi. Laporan media Barat menyebut jaringan bisnisnya mengelola aset besar lintas negara serta aliran dana bernilai miliaran dolar.
BACA JUGA: Megawati Absen Bukber Prabowo dan Duluan Kirim Surat Duka Iran, Hersubeno: Berjarak Secara Politik
Bloomberg pun mengaitkan namanya dengan Ali Ansari serta krisis Bank Ayandeh yang memicu lonjakan inflasi Iran.
Sebagai pemimpin tertinggi baru, Mojtaba memegang kendali kebijakan luar negeri, program nuklir, serta arah militer Iran. Karakter tertutup membuat banyak warga Iran jarang mendengar suara atau pidato politik darinya.
Langkah Majelis Pakar Iran sekaligus menandai fase baru persaingan geopolitik Timur Tengah. Kontroversinya membuat kepemimpinan Mojtaba langsung menghadapi tekanan berat baik di ranah politik, ekonomi, maupun keamanan regional. (*)





