Ia mengatakan, Gubernur Ahmad Luthfi dan Wakil Gubernur Taj Yasin juga mendorong kolaborasi seluruh fasilitas kesehatan di Jawa Tengah. Baik milik pemerintah maupun swasta, untuk ikut memberikan pelayanan kepada masyarakat.
“Semua terlayani dengan baik, cek kesehatan gratis, speling, dan pada akhirnya berdampak pada mutu pelayanan dan akses layanan kesehatan di Jawa Tengah,” ujarnya.
Speling menjadi salah satu inovasi yang jadi sorotan karena mendekatkan layanan dokter spesialis kepada masyarakat. Terutama warga desa yang terkendala jarak, biaya, dan akses ke fasilitas kesehatan rujukan. Program ini mengintegrasikan skrining, pelayanan spesialis, hingga rujukan rumah sakit dalam satu sistem.
Speling Jangkau 440 Kecamatan
Berdasarkan data per 21 April 2026, Speling telah menjangkau 1.030 desa di 440 kecamatan dengan sasaran 97.506 orang.
Speling turut memperkuat pelaksanaan CKG di Jawa Tengah. Pada 2025, capaian CKG Jateng mencapai 14.297.407 orang atau 37,73 persen, melampaui target 36 persen dan menjadi yang tertinggi di Indonesia. Pada April 2026, capaian CKG telah mencapai 6.072.281 orang atau 15,79 persen dari target tahunan 54 persen, dan kembali menjadi yang tertinggi di Indonesia.
Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian dalam sambutannya menilai kinerja daerah berperan penting dalam menentukan capaian pembangunan nasional.
“Kinerja nasional adalah gabungan dari kinerja di tingkat pusat dan seluruh pemerintahan daerah. Satu saja daerah yang kinerjanya anjlok, bisa memengaruhi kinerja nasional,” ujar Mendagri.
BACA JUGA: Dorong Akselerasi Pembiayaan Kredit Kendaraan, Bank Jateng Teken Kerja Sama dengan 14 Dealer Ternama
Selain Pemprov Jateng, dua daerah di Jawa Tengah juga menerima penghargaan. Yaitu Kabupaten Kebumen meraih penghargaan Transformasi Pelayanan Publik dan Reformasi Birokrasi. Selain itu, Kabupaten Sragen meraih penghargaan Kepemimpinan Strategis dalam Pertumbuhan Inklusif dan Tata Kelola/Pemerintahan.





