“Bagi Gojek, ini bukan hanya soal mendukung mobilitas. Tetapi juga tentang bagaimana teknologi kami dapat menjadi enabler untuk mendorong pariwisata sejarah yang lebih inklusif. Menggerakkan UMKM lokal, dan memberikan pengalaman perjalanan yang aman dan nyaman bagi semua,” ujar Farid.
Sementara itu, Rahmat Dwisaputra, Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Jawa Tengah, menekankan pentingnya sinwegi lintas sektor dalam mengembangkan pariwisata sejarah yang berkelanjutan. Pengembangan UMKM dan digitalisasi transaksi pembayaran melalui perluasan pemanfaatan “aplikasi Jasirah dan kompetisi Jasirah Race”.
“Kami ingin menciptakan ekosistem wisata tematik sejarah yang terintegrasi , modern namun tetap berbasis nilai-nilai kearifan lokal. Gojek mendukung penuh mobilitas, konektivitas dan aksesibilitas seluruh peserta. Sekaligus mendorong pengembangan UMKM untuk meningkatkan akses promosi dan pembayaran digital melalui QRIS,” kata dia. (*)





