Situasi tersebut, menurut dia, membutuhkan komunikasi politik yang mampu meredam ketegangan, bukan justru membuka ruang spekulasi baru.
“Wong pas zaman ramai-ramainya ada demo, malah muncul komentar yang berkaitan dengan masalah seperti itu. Menurut saya tidak benar,” tegasnya.
Meski demikian, Farchan tidak ingin langsung menyimpulkan bahwa pernyataan Budi Arie bertujuan memecah belah politik nasional. Ia memilih melihat dampaknya terhadap situasi politik dan persepsi publik.
“Saya tidak bisa menjustifikasi bahwa itu pasti memecah belah. Namun sekali lagi, Pak Budi Arie harus melihat suasana kebatinan politik negara ini,” ujarnya.
Farchan juga menilai pernyataan tersebut dapat membawa konsekuensi politik bagi pihak-pihak yang berada di sekitar Jokowi. Ia bahkan menyebut situasi itu bisa merugikan citra PSI yang selama ini menempatkan Jokowi sebagai salah satu figur penting dalam perjalanan politik partai.
“Terus terang ini pernyataan Budi Arie merugikan PSI. Ini juga bisa merugikan Pak Jokowi, saya yakin Pak Jokowi tidak berpikiran seperti itu,” kata Farchan.
Video Budi Arie di Samping Jokowi
Sebelumnya, beredar video yang memperlihatkan Budi Arie Setiadi menyampaikan pandangannya mengenai kemungkinan terjadinya perubahan politik sebelum Pemilu 2029.
Dalam video tersebut, Budi Arie mengaku telah menyampaikan pandangannya kepada Jokowi.
Ia mengatakan memiliki insting bahwa dinamika politik nasional bisa bergerak lebih cepat dari jadwal Pemilu yang selama ini di pahami publik.
“Tadi saya sudah bisik ke Pak Jokowi. Pak, kok insting saya ini lebih cepat dari 2029. Apakah kita mau? Belum tentu kita mau, kita masih ngomong Pemilu 2029-Pemilu 2029. Kalau terjadi percepatan gimana? Kita siap nggak?” kata Budi Arie.
Pernyataan itu kemudian mendapat sambutan seruan kesiapan dari peserta forum.
Budi Arie selanjutnya mengaitkan pandangannya dengan kondisi sosial, ekonomi, dan politik yang berkembang. Ia menyinggung keresahan masyarakat serta aksi demonstrasi yang muncul di sejumlah daerah.





