PATI, beritajateng.tv – Bertahun-tahun tinggal di rumah berlantai tanah dengan dinding anyaman bambu dan atap bocor menjadi pengalaman yang tak mudah bagi Syaiful Anam, warga Desa Cengkalsewu, Kecamatan Sukolilo, Kabupaten Pati.
Kini, penjahit tersebut bisa bernapas lega setelah rumahnya mendapat renovasi melalui program Rumah Sederhana Layak Huni (RSLH) PT Djarum.
Rumah yang sebelumnya terasa gerah saat cuaca panas dan bocor ketika hujan itu kini memiliki lantai keramik, dinding permanen, serta atap yang lebih layak. Perubahan tersebut membuat Anam bersama istri dan anaknya bisa tinggal dengan lebih nyaman.
“Alhamdulillah, saya sangat bersyukur. Sebelum renovasi, kalau hujan rumah bocor. Tembok masih dari gedek atau anyaman bambu, sedangkan lantainya masih tanah. Kalau panas terasa gerah, bahkan kadang-kadang ada ular masuk dari belakang,” ungkap Anam.
BACA JUGA: Taklukkan Audisi Umum 2026, Sembilan Atlet Muda Raih Beasiswa Bulutangkis Plus Gabung PB Djarum
Ia mengaku kondisi rumah sebelumnya juga memengaruhi kenyamanan anaknya saat beristirahat. Suhu ruangan yang panas membuat sang anak kerap kesulitan tidur pada siang hari.
“Sekarang lantainya sudah keramik, dindingnya sudah bata, dan atapnya sudah bagus. Anak bisa tidur lebih tenang. Rumah ini sekarang lebih nyaman dan layak untuk keluarga,” katanya.
Anam menjadi satu dari 12 keluarga di Kabupaten Pati yang menerima manfaat program RSLH PT Djarum. Perusahaan tersebut mengalokasikan dana sedikitnya Rp840 juta untuk merenovasi dan membangun ulang rumah warga dengan nilai bantuan rata-rata sekitar Rp70 juta per unit.
Serah terima bantuan berlangsung di Pendopo Kabupaten Pati, Rabu (21/10/2026). Hadir, Pelaksana Tugas (Plt) Bupati Pati Risma Ardhi Chandra, General Manager Community Development PT Djarum Achmad Budiharto, serta perwakilan perangkat daerah, kecamatan, dan desa penerima bantuan.
Renovasi 12 Rumah, Pemkab Pati Dorong Kolaborasi
Sebanyak 12 rumah yang diperbaiki tersebar di dua desa. Tujuh rumah berada di Desa Purwosari, Kecamatan Tlogowungu, sedangkan lima lainnya berada di Desa Cengkalsewu, Kecamatan Sukolilo.
Plt Bupati Pati Risma Ardhi Chandra mengapresiasi kontribusi PT Djarum dalam membantu masyarakat memperoleh hunian yang lebih layak.
Menurut dia, kolaborasi antara pemerintah daerah dan dunia usaha dapat memperluas jangkauan program sosial, terutama bagi keluarga yang membutuhkan perbaikan rumah.
“Kami dari Pemerintah Kabupaten Pati mengapresiasi dan berterima kasih kepada PT Djarum atas kepeduliannya kepada masyarakat melalui program Rumah Sederhana Layak Huni. Bantuan ini sangat berarti bagi para penerima manfaat,” ujar Risma.
Ia menilai kebutuhan perbaikan rumah di Kabupaten Pati masih cukup besar. Karena itu, keterlibatan perusahaan dan pemangku kepentingan lainnya diperlukan agar semakin banyak keluarga dapat merasakan manfaat program serupa.
Risma juga berharap kerja sama dengan PT Djarum tidak berhenti pada program perbaikan rumah. Ia mendorong kolaborasi di bidang lain untuk mendukung kesejahteraan masyarakat sekaligus menginspirasi perusahaan lain agar ikut berkontribusi.
“Kami berharap kerja sama ini tidak hanya di program RSLH, tetapi juga di bidang lain. Semoga langkah ini menjadi contoh bagi pihak lain untuk bersama-sama membantu masyarakat yang membutuhkan,” katanya.
Desain Rumah Sesuai Kebutuhan Keluarga
General Manager Community Development PT Djarum Achmad Budiharto mengatakan, pembangunan dan renovasi rumah dengan mempertimbangkan jumlah penghuni serta kebutuhan masing-masing keluarga.
Penyesuaian mencakup ukuran dan tata ruang rumah, kamar tidur, dapur, hingga sanitasi. Perusahaan ingin memastikan hunian yang di perbaiki tidak hanya berdiri lebih kokoh. Tetapi juga mendukung kesehatan dan kenyamanan penghuninya.
“Bagaimanapun juga, rumah merupakan salah satu dari tiga pilar kebutuhan hidup pokok manusia. Kami merasa penerima manfaat perlu mendapatkan tempat tinggal yang layak karena hal itu berpengaruh terhadap produktivitas, terutama bagi keluarga yang masih memiliki anak kecil,” ujar Budiharto.
Ia berharap perbaikan kondisi rumah dapat membantu keluarga menjalani aktivitas sehari-hari dengan lebih baik. Hunian yang aman dan sehat juga diharapkan mendukung tumbuh kembang anak.
Dalam pelaksanaannya, program RSLH melibatkan pemerintah daerah dan masyarakat sekitar. PT Djarum memberikan bantuan pembangunan atau renovasi secara menyeluruh sehingga penerima manfaat tidak perlu menanggung biaya pembangunan rumah tersebut.
Keterlibatan warga setempat juga menjadi bagian dari upaya memperkuat semangat gotong royong. Dengan demikian, program tidak hanya berfokus pada perbaikan bangunan, tetapi juga mendorong partisipasi masyarakat dalam membantu sesama.
Budiharto berharap langkah tersebut dapat mendorong lebih banyak perusahaan untuk menjalankan program sosial yang memberikan manfaat langsung bagi lingkungan sekitar.
“Kami berharap apa yang kami lakukan bisa menjadi pemicu bagi perusahaan lain untuk ikut membantu masyarakat. Kami ingin masyarakat sekitar tumbuh, maju, dan berkembang bersama-sama,” tuturnya.
Ia menambahkan, kontribusi yang dilakukan secara konsisten diharapkan mampu meningkatkan kualitas hidup masyarakat, sejalan dengan semangat perusahaan, “Tumbuh Bersama Indonesia”.
Target 492 Rumah Sepanjang 2026
Program RSLH merupakan bagian dari komitmen sosial PT Djarum untuk membantu masyarakat berpenghasilan rendah memperoleh tempat tinggal yang layak.
Sepanjang 2026, perusahaan menargetkan pembangunan dan renovasi 492 rumah di sejumlah wilayah, termasuk Kudus, Brebes, Wonogiri, Rembang, Pati, Kabupaten Semarang, dan Temanggung.
Sebelum penyerahan 12 rumah di Pati, program tersebut telah menyelesaikan perbaikan 292 rumah di Kudus, 10 rumah di Brebes, 12 rumah di Salatiga, serta 10 rumah di Wonogiri.
Program RSLH telah berjalan sejak 2022. Hingga akhir 2025, PT Djarum mencatat penyelesaian renovasi 626 hunian di sejumlah wilayah Jawa Tengah. Antara lain Kudus, Rembang, Grobogan, Demak, Blora, Pemalang, Temanggung, Banjarnegara, dan Purbalingga. (*)





