Jateng

Ratusan Perjalanan Kereta Batal Imbas Banjir Pekalongan, Pemprov Jateng Bakal Tinggikan Rel Bertahap

×

Ratusan Perjalanan Kereta Batal Imbas Banjir Pekalongan, Pemprov Jateng Bakal Tinggikan Rel Bertahap

Sebarkan artikel ini
Kereta Banjir
Wakil Gubernur Jawa Tengah, Taj Yasin Maimoen alias Gus Yasin saat dijumpai di Wisma Perdamaian, Kota Semarang, Selasa, 20 Januari 2025. (Made Dinda Yadnya Swari/beritajateng.tv)

SEMARANG, beritajateng.tv – Banjir yang melanda sejumlah titik jalur kereta api di wilayah utara Jawa, terutama pada petak Pekalongan-Sragi, mengganggu operasional perjalanan kereta api penumpang dan barang sejak Jumat, 16 Januari 2026 hingga Senin, 19 Januari 2026. Gangguan tersebut memicu pembatalan ratusan perjalanan serta berdampak pada puluhan ribu penumpang.

PT Kereta Api Indonesia (Persero) mencatat, banjir menyebabkan 132 perjalanan kereta api dibatalkan, terdiri atas 116 KA penumpang dan 16 KA barang. Selain itu, 76 kereta api mengalami keterlambatan parah dengan rata-rata keterlambatan mencapai 240 menit atau sekitar empat jam.

Akibat gangguan tersebut, 333.788 penumpang terdampak dari perjalanan yang telah terjual tiketnya. Dari jumlah itu, 37.990 tiket dibatalkan, terdiri atas 23.873 tiket kelas ekonomi dan 14.117 tiket kelas eksekutif, seiring upaya KAI menjaga keselamatan perjalanan di tengah kondisi lintasan yang belum sepenuhnya normal.

Menanggapi kondisi tersebut, Wakil Gubernur Jawa Tengah, Taj Yasin Maimoen alias Gus Yasin, menyebut Pemprov Jawa Tengah turut mengawal perbaikan lintasan kereta api yang terdampak banjir, meski kewenangan teknis berada di PT KAI.

BACA JUGA: Tinjau Banjir Pekalongan, Wagub Jateng Siapkan Penanganan Berlapis

“Kereta api yang melintas di Jawa Tengah, khususnya di Kabupaten dan Kota Pekalongan, mengalami genangan. Walaupun itu menjadi kewenangan KAI, kami ikut mengawal perbaikannya,” ujar Gus Yasin saat dijumpai di Wisma Perdamaian, Kota Semarang, Selasa, 20 Januari 2026.

Ia menjelaskan, jalur rel di wilayah tersebut sudah berstatus jalur ganda atau double track. Kondisi itu, kata dia, memungkinkan perbaikan dilakukan secara bertahap tanpa menghentikan seluruh lintasan.

“Sekarang kan ada dua trek. Jadi satu per satu kita naikkan, supaya ke depan, semoga tidak ada banjir lagi, tapi kalaupun terjadi, lintasan tidak tergenang air dan tidak menghambat atau bahkan membatalkan perjalanan kereta,” jelasnya.

Kerugian Banjir Masih Proses Hitung, Sawah Petani di Pati-Kudus-Demak Terdampak

Gus Yasin menyebut hingga kini kerugian akibat banjir masih dalam tahap penghitungan. Namun ia mengakui dampak yang timbul cukup besar dan menyentuh berbagai sektor.

“Kalau kerugian saat ini masih kami hitung. Tapi yang jelas kerugian itu banyak. Jalan-jalan rusak, dan yang paling utama masyarakat,” katanya.

Ia menyebut, sektor pertanian menjadi salah satu yang paling terdampak, khususnya di Kabupaten Pati, Kudus, dan Demak.

“Petani di Pati, Kudus, dan Demak itu sudah kami hitung hampir seribu sekian hektare sawah terdampak. Itu sudah kami masukkan ke aplikasi SIAP untuk mendapatkan asuransi gagal panen,” ujarnya.

Menurut Gus Yasin, Pemprov Jawa Tengah saat ini fokus pada penanganan darurat dan mitigasi bencana, termasuk evakuasi warga terdampak banjir.

“Untuk penanganan banjir, mitigasi dan evakuasi sudah kami lakukan semua,” katanya.

BACA JUGA: Tekan Risiko Banjir, BNPB Kerahkan 3 Pesawat Operasi Modifikasi Cuaca di Jawa Tengah

Ia juga memastikan kondisi pengungsi, khususnya di Kabupaten dan Kota Pekalongan, terus dipantau dari sisi kesehatan dan logistik.

“Kami pastikan di tempat pengungsian semuanya sehat, mendapatkan pasokan makanan dan obat-obatan,” ujarnya.

Gus Yasin menuturkan, saat meninjau langsung lokasi pengungsian, pihaknya menemukan sejumlah kelompok rentan yang membutuhkan penanganan khusus.

“Kemarin saya ke sana, ada ibu hamil, ada lansia yang pakai kateter, ada juga yang sudah tidak bisa apa-apa. Kami larikan ke rumah sakit semuanya,” katanya.

Ia mengakui proses evakuasi sempat terkendala karena sebagian warga menolak dibawa ke rumah sakit. Namun dengan pendekatan persuasif, seluruh warga yang membutuhkan akhirnya mendapat penanganan medis.

“Memang butuh waktu karena mereka awalnya tidak mau [ke rumah sakit]. Tapi dengan pendekatan-pendekatan, Alhamdulillah sekarang semuanya sudah di rumah sakit dan kami pastikan kondisinya sehat,” pungkasnya. (*)

Editor: Mu’ammar R. Qadafi

Simak berbagai berita dan artikel pilihan beritajateng.tv dengan bergabung ke saluran kami.

Gabung Channel WhatsApp