Jateng

Ratusan Siswa SMPN 8 Salatiga Tak Masuk Sekolah, Dinkes Lakukan Penyelidikan Epidemologis

×

Ratusan Siswa SMPN 8 Salatiga Tak Masuk Sekolah, Dinkes Lakukan Penyelidikan Epidemologis

Sebarkan artikel ini
Salatiga SMPN 8
Pembagian MBG di SMPN 8 Semarang. (Bowo Pribadi/beritajateng.tv)

SALATIGA, beritajateng.tv – Dinas Kesehatan Kota Salatiga turun tangan menindaklanjuti laporan rerkait informasi ratusan siswa SMPN 8 Salatiga yang tidak masuk sekolah.

Terlebih, dari informasi yang berkembang, ratusan siswa tersebut mengalami gejala pusing, mual, muntah, sakit perut, dan diare setelah sebelumnya mengonsumsi Makan Bergizi Gratis (MBG).

Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P) Dinas Kesehatan Kota Salatiga, Suhardi, mengungkap pihaknya telah menindaklanjuti laporan dari SMPN 8 Salatiga ini.

Dalam menangani laporan terkait gejala keracunan siswa yang dugaannya usai mengonsumsi MBG ini, tim Dinas Kesehatan Kota Salatiga melakukan langkah-langkah penyelidikan epidemologis.

BACA JUGA: Dugaan Usai Konsumsi MBG, Ratusan Siswa SMPN 8 Salatiga Tak Masuk Sekolah

“Yakni penyelidikan untuk mengidentifikasi penyebab terjadinya suatau penyakit. Termasuk terkait adanya dugaan keracunan makan,” jelasnya di Kota Salatiga, Senin, 6 Oktober 2025.

Maka itu, pihaknya turun ke lapangan melakukan langkah-langkah dan upaya yang terdiri dari tiga hal. “Meliputi Host, Agent, serta Environment atau waktu, tempat, dan orangnya,” jelas Suhardi.

Dari penyelidikan epidemiologi ini, lanjutnya, tim Dinas Kesehatan Kota Salatiga akan dapat menganalisis dan memperinci terjadinya suatu masalah terkait munculnya penyakit atau terjadinya keracunan.

Sebagai tambahan informasi, tim Dinas Kesehatan juga akan menggali diagnosa medis. “Terutama dari rumah sakit yang menangani gejala-gejala yang siswa alami akibat dugaan keracunan tersebut,” tambahnya.

Kata Dinas Pendidikan Kota Salatiga soal ratusan siswa SMPN 8 Salatiga tak masuk sekolah

Sementara itu, Kepala Dinas Pendidikan Kota Salatiga, Muh. Nasiruddin, menyampaikan, persoalan yang terjadi di SMP Negeri 8 Salatiga turut menjadi perhatian dinasnya.

Apalagi isu yang berkembang menyebut persoalannya terkait gejala-gejala keracunan siswa yang menurut dugaan usai mengonsumsi paket MBG.

Ia menegaskan sudah menjadi tupoksinya manakala terjadi kasus-kasus seperti ini. Apalagi yang berkaitan dengan MBG, Dinas Pendidikan juga akan merespons dengan cepat.

Dinas Pendidikan, lanjutnya, akan berkoordinasi dengan Dinas Kesehatan Kota Salatiga. Yakni untuk melakukan langkah-langkah di lapangan dengan menganalisa siswa yang menurut dugaan mengalami gejala keracunan.

BACA JUGA: Kepala SMPN 8 Salatiga Jelaskan Kronologi 192 Siswa Tak Masuk Sekolah, Keracunan MBG?

Sejauh ini, masih kata Nasiruddin, setiap guru di lingkungan satuan pendidikan atau sekolah juga telah beroleh instruksi untuk membantu mengawasi keamanan MBG.

Sesuai instruksi Wali Kota Salatiga, guru harus ikut mendampingi peserta didiknya dalam program MBG ini. Kemudian, ikut memeriksa kalayakan menu MBG yang tersaji.

“Manakala guru mengetahui menu MBG dari sisi keamanan dan kesehatannya mencurigakan, bisa menyampaikan keberatan kepada SPPG yang bertanggungjawab,” tegasnya. (*)

Editor: Mu’ammar R. Qadafi

Simak berbagai berita dan artikel pilihan beritajateng.tv dengan bergabung ke saluran kami.

Gabung Channel WhatsApp